LombokPost-Pemberitaan mengenai banyak anak cuci darah di media sosial yang ramai menjadikan beberapa orang tua panik.
Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram meminta masyarakat untuk tetap tenang.
"Jangan panik, tetapi tetap harus waspada," imbau Kadikes Kota Mataram dr Emirald Isfihan.
Isu mengenai banyaknya anak yang melakukan cuci darah akibat diduga diagnosa gagal ginjal itu merupakan berita tidak benar.
Hal itu sudah diklarifikasi pihak rumah sakit di Jakarta.
"Tidak benar itu. Anak datang mengecek kesehatannya itu hal yang biasa," ujarnya.
Cara waspada harus memantau apa yang dikonsumsi anak. Karena saat ini banyak anak yang senang dengan makanan yang instan.
"Kita harus berikan makanan yang bergizi kepada anak. Jauhi dari makanan yang serba instan," imbaunya.
Berikan makanan sayur-sayuran dan buah-buahan. Agar selalu sehat.
"Hindari anak mengkonsumsi makanan di luar rumah yang instan. Misalnya seperti konsumsi es dalam bentuk instan," terangnya.
Sampai saat ini, belum ada data anak yang menderita gagal ginjal. Data itu sebenarnya ada di rumah sakit.
"Kalau dari kita tidak ada data anak di Mataram yang terpapar gagal ginjal," tegasnya.
Imbauan mengenai pemberian makanan sehat dan bergizi kepada anak sudah dilakukan sejak lama. Melibatkan seluruh puskesmas dan kader-kadernya.
"Kita imbau melalui kegiatan posyandu di lingkungan-lingkungan yang terus berjalan," kata Emirald.
Menurutnya, penyakit yang bisa menyerang anak dari makanan bukan saja gagal ginjal. Melainkan banyak penyakit.
"Salah satunya diare yang dapat menyebabkan dehidrasi. Itu juga harus dihindari," kata dia.
Terpisah, Direktur RSUD Kota Mataram dr Hj Eka Nurhayati mengatakan, sampai saat ini belum ada kasus anak gagal ginjal yang ditangani.
"Tidak ada kasus itu yang ditangani," kata Eka.
Kalaupun ada kasus yang ditemukan, RSUD Kota Mataram sudah memiliki alat dan obat-obatan yang disiapkan. Khusus untuk penanganan anak gagal ginjal sudah ada lima alat yang disiapkan.
"Itu sebagai langkah antisipasi terhadap pasien," tutupnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida