"Saya pikir selama ini eksekutif dan legislatif sangat harmonis. Saya pikir kurang tepat kalau disebut tidak harmonis," jelas H Salman kepada Lombok Post, kemarin.
Hal itu menurutnya sudah dibuktikan dengan semua program eksekutif disetujui oleh legislatif. Begitu juga selama ini tidak pernah agenda legislatif yang terlambat oleh kebijakan eksekutif. Ini artinya, antara eksekutif dan legislatif saling mendukung.
"Dari sini kita katakan semua baik-baik saja. Tidak pernah ada kekecewaan fraksi lain kepada eksekutif," tegasnya.
Kemudian hubungan antara masyarakat dengan kepala daerah kurang baik ini juga menurutnya tidak bisa dibuktikan. Buktinya selama HARUM memimpin, tidak ada aksi unjuk rasa yang terjadi di Kota Mataram.
"Tidak harus Wali kota turun langsung, ada lurah, camat dan lingkungan. Apa yang menjadi harapan masyarakat itu disampaikan berjenjang," jelasnya.
Kemudian kepala daerah ini disebutnya tokoh politik. Sehingga masyarakat bisa menyampaikan aspirasi mereka lewat kader politik partai golkar. Dan semua aspirasi itu pasti ditindaklanjuti.
"Kemudian birokrasi disebut menegangkan. Ini tidak ada indikatornya. Jangan sampai karena ada pejabat yang tidak mendapatkan jabatan tertentu dianggap kemudian seperti itu," paparnya.
Selama masa kepemimpinannya, HARUM menerapkan sistem meritokrasi. Artinya, penempatan pejabat didasarkan pada kemampuan, kapasitas dan kinerjanya. Hal itu dibuktikan dengan penghargaan yang didapatkan Pemkot Mataram dari pemerintah pusat karena berhasil menerapkan sistem meritokrasi di birokrasinya.
Salman menegaskan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram adalah pejabat yang sangat profesional. Buktinya, di awal masa jabatannya sampai akhir tahun politik Wali Kota tixak pernah setahu saya menonjobkan pejabat karena kepentingan politik atau politik balas budi.
"Antara Wali Kota dengan Wakil Wali Kota selalu adem ayem tidak pernah ada mis selama memimpin Kota Mataram," nilainya.
Sehingga ketika ada orang yang menilai bahwa iklim kerja di Kota Mataram di bawah kepemimpinan pasangan HARUM itu tegang, ia menjadi bertanya. Apa indikator yang digunakan.
"Mari berkompetisi sehat dengan menyampaikan gagasan membangun. Tidak memojokkan pasangan lain yang berpotensi menimbulkan perpecahan," ajak politisi senior Partai Golkar ini.
"Masyarakat Kota Mataram masih menginginkan HARUM melanjutkan memimpin Kota Mataram lima tahun kedepan karena sudah banyak membawa keberhasilan di segala bidang terutama di bidang kesehatan, infrastruktur, perekonomian dan lain," sambungnya.
HARUM disebut H Salman sangat menjujung tinggi toleransi di Kota Mataram. Rivalitas dalam Pilkada disebutnya boleh saja terjadi. Tapi ia mengingatkan jangan sampai ada pernyataan negatif yang mengarah ke Black campaigne.
"Pasangan HARUM sebagai petahana saya hakul yakin masih dikehendaki oleh masyarakat. Namanya masih bagus dan masih harum di masyarakat Kota Mataram," tegas pria yang juga pernah menjadi Calon Wali Kota Mataram tersebut.
Pasangan HARUM bersama tim saat ini sudah masif bergerak turun ke masyarakat. Selama ini, pasangan HARUM tidak menemui hambatan terlalu berarti saat turun kampanye. Lantaran pasangan HARUM tidak pernah ada cacat selama memimpin baik selama menjadi Wali Kota dan Wakil Wali kota Mataram. Pasangan Harum tidak pernah menjual janji di masyarakat tapi memberikan hasil kerja yang nyata.
"Harapan kami masyarakat Kota Mataram harus bersatu tetap menjaga ketertiban dan kerukunan jangan percaya dengan intrik politik negatif," pungkasnya. (ton/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post