Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Antisipasi Banjir, Pemkot Mataram Normaisasi Sejumlah Sungai

nur cahaya • Senin, 11 November 2024 | 06:40 WIB

 

ANTISIPASI BANJIR: Petugas normalisasi sungai dari Dinas PUPR Kota Mataram mengangkat sedimentasi menggunakan alat berat di Kali Unus, Jumat (8/11).
ANTISIPASI BANJIR: Petugas normalisasi sungai dari Dinas PUPR Kota Mataram mengangkat sedimentasi menggunakan alat berat di Kali Unus, Jumat (8/11).

LombokPost-Pemkot Mataram tidak ingin kasus banjir terulang kembali. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mulai menormalisasi sungai. Salah satunya Kali Unus.

”Kita lihat ada sedimentasi di muara kali unus. Makanya kita lakukan normalisasi,” kata Kadis PUPR Kota Mataram Lale Widiahning.

Sedimentasi yang terjadi di Kali Unus tersebut tidak hanya disebabkan tumpukan tanah yang dibawa air sungai. Tetapi, juga hempasan gelombang ombak pantai sehingga terjadi sedimentasi yang cukup tinggi. ”Itu antara pasir laut dan tanah lumpur bertumpuk,” jelasnya.

Tidak hanya di sekitar muara yang dinormalisasi. Satu kilometer pertemuan antara sungai Brenyok dengan Unus sudah dinormalisasi. ”Semua tujuannya adalah untuk mengantisipasi banjir,” ujarnya.

Proses normalisasi itu tidak terlalu dalam. Hanya sekitar 7-9 sentimeter. ”Kita lakukan normalisasi 3-4 hari ke depan,” ungkapnya.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan saat banjir di Karang Pule, Sekarbela Mataram, salah satu penyebab terjadinya banjir adalah sedimentasi. Ditambah lagi saat itu air laut sedang pasang. “Itu yang menyebabkan aliran air sungai tersendat di kisaran hilir kali Unus dan Brenyok,” beber Lale.

Kondisi itu diperparah lagi dengan kondisi sampah sungai yang cukup banyak. Hal itu yang menyebabkan air meluap ke pemukiman warga. “Makanya, untuk antisipasi sampah sungai, kami tetap kerahkan sebanyak 320 petugas setiap harinya untuk membersihkan sampah sungai,” kata dia.

Untuk mengatasi sampah sungai tidak bisa hanya mengandalkan petugas saja. ”Yang diperlukan adalah kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Lale mengungkapkan, untuk normalisasi kali Unus yang berada di kawasan Karang Pule, agak sedikit tersendat. Alat berat tidak bisa masuk ke pemukiman warga. ”Itu saja kita harus meminjam tanah warga untuk menyimpan sementara pengangkatan sedimentasi itu,” ungkapnya.

Pihaknya sudah mengusulkan agar Pemkot Mataram membebaskan lahan milik warga untuk pelebaran sungai di kawasan tersebut. Sebab, di pertemuan kali Unus dan Brenyok tersebut terlalu sempit.

”Kalau kita bisa bebaskan tanahnya, paling tidak kita perlebar dan bisa kita siapkan untuk penyimpanan sedimentasi sungai di lahan itu,” bebernya.

Lale menambahkan, tidak hanya Kali Unus saja yang dilakukan sedimentasi. Salah satunya kali Jangkuk. ”Tetapi, kalau di kali Jangkuk tidak terlalu ada persoalannya. Sebab, yang ada di muara itu sudah terpasang penghadang gelombang air laut,” tandasnya. (arl/r3) 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#sungai #tanah #Normalisasi #Mataram #lumpur #Banjir