LombokPost-Sebuah terobosan dari Dinas Kesehatan Kota Mataram dilakukan dengan menghadirkan layanan kesehatan di pasar.
Layanan ini bertujuan memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat di samping pasar merupakan pusat kegiatan publik.
Pasar pertama yang memiliki layanan kesehatan ini adalah pasar ACC Ampenan.
Wali Kota Mataram langsung meresmikan launching Unit Pelayanan Kesehatan Perkantoran (UPKP) di pasar tersebut.
Wali Kota Mataram Dr H Mohan Roliskana yang hadir langsung di pasar ACC mengapresiasi upaya dan inovasi yang dilakukan dinas kesehatan dengan membuat UPKP di beberapa tempat.
Fungsi UPKP dinilai sangat positif dalam rangka pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Ini bagus sehingga dari waktu ke waktu persepsi publik kita semakin baik. Tolong juga dibuat di tempat lain,” katanya, Senin (25/11).
Inovasi yang dilakukan dinas kesehatan untuk mendekatkan layanan kesehatan dinilai baik. Apalagi, pasar merupakan salah satu simpul tempat warga berkumpul.
“Penting sekali untuk pemerintah hadir di situ dan memberikan pelayanan lebih dekat lagi kepada masyarakat. Walaupun tidak seminggu penuh, tapi sudah dipilih harinya sebanyak dua hari dalam seminggu dalam memberikan layanan kesehatan,” ucapnya.
Dengan fungsinya yang sangat baik, Mohan meminta UPKP ditambah di tempat lain. Sehingga semakin banyak layanan kesehatan untuk masyarakat.
“Saya minta ini direpilkasi di tempat-tempat lain supaya merata di semua pasar,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Emirald Isfihan mengatakan, UPKP ini adalah yang pertama berada di pasar. Pihaknya juga telah mendirikan UPKP yang lain yang berlokasi di beberapa tempat.
“Ini adalah UPKP keempat yang kami buka. Pertama di Setda (Sekretariat Daerah), kedua di kompleks perkantoran Lingkar Selatan, ketiga di Mall Pelayanan Publik (MPP) di Mataram Mall, dan terakhir sekarang di Pasar ACC,” jelasnya.
Dinas Kesehatan sebelumnya sudah melakukan peninjauan di sejumlah pasar tradisional untuk membuat UPKP keempat.
Hasilnya, pasar ACC dinilai tidak hanya besar, tetapi juga bersih dan cocok untuk mendirikan UPKP.
“Makanya di Pasar ACC kami pilih sebagai lokasi UPKP keempat,” terangnya.
Dokter Emir mengatakan, UPKP satu-satunya program layanan kesehatan di Indonesia dan dibuat di Kota Mataram.
Selama ini, warga lebih familier dengan klinik untuk layanan kesehatan.
Namun, karena membuat klinik prosesnya relatif lebih panjang karena harus menyiapkan SDM yang banyak.
Dinas Kesehatan kemudian mengembangkan UPKP yang menjembatani perkantoran mengedepankan layanan kesehatan.
“Alhamdulillah, sekarang kita sudah punya empat UPKP,” ujarnya.
Ke depan, UPKP akan terus ditambah oleh dinas kesehatan di lokasi yang lain. Sosialisasi terus disampaikan kepada masyarakat tentang fungsi UPKP.
UPKP merupakan bentuk mini dari layanan kesehatan.
Layanan ini diharapkan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan yang cepat dan efisien bagi masyarakat dalam upaya menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan kerja.
“Karena lingkungan itu kan bukan hanya tempat tinggal tetapi juga lingkungan kerja. Bayangkan kita mencari nafkah itu rata-rata 8 jam sehari menghabiskan waktu di sana. Kita memang membutuhkan sarana seperti ini,” ucapnya.
Pelayanan kesehatan di UPKP lebih sederhana dibanding puskesmas ataupun rumah sakit.
Pelayanan di UPKP fokus pada layanan pengecekan dasar seperti tensi dan gula darah, ditambah dengan layanan kesehatan jiwa dan edukasi kesehatan.
Dokter Emir mengatakan tensi dan gula darah ini sangat penting dilakukan.
“Warga yang terkena berbagai macam penyakit misalnya jantung, ginjal, dan stroke berawal dari hipetensi dan diabetes. Ini kan ibu dari segala penyakit di seluruh dunia,” pungkasnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida