LombokPost-Kabar bagi-bagi beras bagi korban bencana cuaca buruk sampai di telinga warga Kampung Bugis. Namun mereka tampak kebingungan mengingat bantuan yang disebut dari pemerintah daerah itu tak ada sampai ke kampungnya.
“Mana ada bantuan beras,” sungut Pak Lala.
Mereka balik bertanya keseriusan pemerintah pada nasib mereka. Yang terjadi saat ini cuaca masih buruk, tangkapan ikan jauh turun, dan abrasi semakin parah.
“Kalau dibilang tidak ada bantuan, memang ada. Tapi bukan beras. Ada bantuan sedus mi instan sama-sama sebungkus. (Mungkin) sedus mi instan dibagi se Kampung,” celetuknya.
Setelah itu belum ada bantuan logistik lain yang datang. “Kalau ini (lihat foto bagi beras, Red) kayaknya di Kampung Melayu,” ucapnya parau.
Namun ia dan warga lain tak ingin mempersoalkan bantuan beras yang tak sampai ke kampungnya. Warga berharap, pemerintah fokus saja pada janji membangun tanggul mencegah abrasi dan dampak cuaca buruk.
“Padahal sudah dapat suara (saat pesta demokrasi, Red) di sini,” celetuk warga lain, Rahmat.
Warga saat ini dibuat tak tenang dengan ancaman cuaca buruk yang masih mungkin terjadi ke depan. Dalam siklus tahunan potensi cuaca buruk masih berpeluang terjadi hingga bulan April.
“Kalau bisa buatkan kami tanggul yang lebih permanen,” usulnya.
Tanggul-tanggul sementara dari karung berisi pasir tak dapat bertahan lama. Selain gelombang tinggi yang dipicu angin barat, warga menghawatirkan angin utara yang tak kalah merisaukan dampaknya.
“Kapan pemerintah serius menangani keadaan kami?” tanyanya masygul.
Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram telah mengeluarkan 9,330 ton beras cadangan pangan guna membantu warga terdampak bencana akibat cuaca ekstrem, banjir, gelombang pasang, serta kondisi kesulitan ekonomi. “Beras sudah didistribusikan ke lima kecamatan dari enam kecamatan di Kota Mataram,” kata Kepala Bidang Distribusi Cadangan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram Faesal Abdussamad.
Kecamatan itu antara lain Ampenan, Sekarbela, Mataram, Selaparang, dan Sandubaya. Bantuan beras digulirkan sesuai usulan
yang diterima dari masing-masing kecamatan.
“Jumlah beras yang didistribusikan berbeda-beda. Sesuai usulan yang dihimpun oleh setiap kecamatan,” paparnya.
Ampenan, Sekarbela, dan Selaparang mendapatkan 2 ton, Mataram 1 ton, dan Sandubaya 2,330 ton. “Pendistribusian sudah kami lakukan awal pekan lalu dalam bentuk gelondongan ke pihak kecamatan. Selanjutnya pihak kecamatan yang bagi ke bawah,” paparnya.
Sisa beras batuan cadangan pangan di gudang sekitar 1,27 ton dari total stok 10,6 ton. “Nanti kami akan usulan kembali penambahan stok untuk antisipasi potensi bencana di triwulan kedua, ketiga, dan keempat tahun ini,” ucapnya. (zad/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post