Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Efisiensi Anggaran Ancam pembangunan TPST Modern di Kebon Talo

nur cahaya • Kamis, 20 Februari 2025 | 20:45 WIB

 

PENGOLAHAN SAMPAH: Lokasi yang akan dijadikan untuk membangun TPST Modern Kebon Talo.
PENGOLAHAN SAMPAH: Lokasi yang akan dijadikan untuk membangun TPST Modern Kebon Talo.
 

 

LombokPost-Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram tengah mencari kepastian tentang anggaran untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Modern di Kebon Talo. Upaya ini dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat, sehingga perlu ada kepastian sumber pendanaan agar proyek ini dapat berjalan sesuai rencana.

“Belum ada info, kami sedang mencari perkembangannya,” kata Kepala Dinas LH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi, Selasa (18/2).

Seperti diungkapkan di awal, keberadaan TPST modern sangat penting dalam menyelesaikan persoalan sampah yang semakin kompleks di Kota Mataram. “TPST modern ini sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan sampah,” tekannya.

Saat ini pemkot telah memiliki satu TPST modern di Sandubaya. Kapasitas TPST itu mampu mengolah 40 ton sampah setiap hari.

Jumlah ini belum memadai untuk mengolah 220 ton/hari di Kota Mataram. Harapan untuk dapat melepaskan diri dari ketergantungan TPA Regional Kebon Kongok, sangat bergantung pada tindak lanjut rencana pembangunan TPST Modern Kebon Talo.

Pihaknya tengah mencari tahu kepastian anggaran, terutama karena kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Pembangunan TPST modern akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada TPA yang kapasitasnya semakin terbatas.

Dengan sistem pengolahan yang lebih maju, TPST ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah melalui proses daur ulang dan pemanfaatan limbah yang lebih optimal. “(Informasi terakhir) dalam proses tender,” katanya.

Anggaran TPST Modern Kebon Talo mencapai Rp 96 miliar. TPST Kebon Talo diharapkan mampu menjadi solusi bagi penumpukan sampah di Kota Mataram, khususnya di wilayah Kecamatan Ampenan, Selaparang, dan Mataram. 

“TPST modern ini juga kami harapkan dapat menghasilkan energi bersih,” katanya.

TPST Kebon Talo menggunakan teknologi insinerator. Teknologi ini memungkinkan pembakaran sampah pada suhu tinggi sehingga menghasilkan energi panas yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. 

"Listrik yang dihasilkan ini kemudian dapat dijual ke PLN, sehingga memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi daerah," ucapnya.

Proses tendernya sendiri ditargetkan tuntas bulan ini oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Namun setelah kencang langkah efisiensi, belum diketahui kelanjutannya.

TPST Modern Kebon Talo akan dibangun di atas lahan seluas satu hektar di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan. “Ke depan, akan ada penambahan lahan untuk memperpanjang pemanfaatannya selama 10 hingga 20 tahun pungkasnya. (zad/r7)

Editor : Redaksi Lombok Post
#sampah #Pembangunan #Sandubaya #tpst #lingkungan #efisiensi #pemerintah #Anggaran #Mataram #kepastian