LombokPost--Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Mataram bersama aparat keamanan memperkuat langkah antisipasi untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Sejumlah potensi kerawanan telah dipetakan, terutama karena adanya momen yang beririsan antara Pawai Takbiran dan Pawai Ogoh-Ogoh, serta Idul Fitri dengan Hari Raya Nyepi tahun ini.
Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, menegaskan bahwa seluruh pihak telah sepakat untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman yang ada.
“Keamanan kota ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, maupun masyarakat,” katanya, Kamis (20/2).
Ia menekankan, kota terbuka bagi siapa saja untuk berinteraksi, dan berproduksi.
Namun ia menekankan pentingnya tetap menjaga suasana yang positif.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kepolisian akan menjadi koordinator utama, dengan dukungan penuh dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kesbangpol, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Selain itu, Posko Presisi Terpadu di Jalan Udayana akan diaktifkan guna mendeteksi dini dan mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diinginkan.
“Masyarakat muslim bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk, sementara umat Hindu juga bisa melaksanakan prosesi ibadah mereka dengan tetap mengedepankan toleransi antarumat beragama,” paparnya.
Aweng, sapaan bekennya, mengatakan kepentingan untuk membangun persepsi yang sama bahwa seluruh warga kota satu.
“Mari kita jaga harmoni dan saling menghormati,” tambah Martawang.
Sementara itu, Kapolresta Mataram yang diwakili Kompol Arifudin menegaskan bahwa pihak kepolisian terus melakukan langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan, termasuk aksi kelompok kriminal jalanan.
“Kami sudah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan terhadap para pelaku tindak kriminal yang baru-baru ini terjadi,” katanya.
Ia kemudian menekankan terkait istilah geng motor yang menurutnya dipersepsikan berlebihan.
“Tidak ada itu, hanya oknum-oknum tertentu yang berulah,” katanya.
Selain patroli rutin, polisi juga akan menerapkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KYRD) secara terjadwal maupun sporadis untuk memastikan keamanan tetap terjaga selama Ramadan.
“Jadwal dan personel akan disesuaikan dengan kebutuhan,” ucapnya.
Dengan pengamanan yang diperketat dan koordinasi yang solid, pemerintah dan aparat berharap Ramadan tahun ini bisa berjalan dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Mataram. (zad)
Editor : Kimda Farida