LombokPost-Kemacetan lalu lintas di Kota Mataram semakin mengkhawatirkan, terutama di bulan Ramadan. Beberapa titik pintu masuk kota sering mengalami kemacetan parah, dengan antrean kendaraan yang panjang. Kondisi ini memicu desakan dari DPRD Kota Mataram agar Dinas Perhubungan (Dishub) segera mengambil langkah-langkah rekayasa lalu lintas yang efektif.
“Dishub harus lebih kreatif dan inovatif dalam mengatasi kemacetan, khususnya saat jam sibuk seperti pagi ketika anak-anak berangkat sekolah, dan sore hari saat jam pulang kerja," kata Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mataram Rino Rinaldi.
Rino juga menekankan pentingnya koordinasi yang optimal dengan pihak kepolisian, agar rekayasa lalu lintas dapat berjalan sesuai kebutuhan. Dirinya menyoroti beberapa ruas jalan yang sering dikeluhkan warga, seperti kawasan Rembiga.
“Kita ingin skema rekayasa lalu lintas yang tepat, yang tidak justru menambah kemacetan," tambahnya.
Selain rekayasa lalu lintas, ia juga mengusulkan perluasan jalan utama sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah kemacetan.
Menanggapi hal ini, Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin menjelaskan, pihaknya telah memetakan kawasan-kawasan yang sering mengalami kemacetan, seperti pusat-pusat perbelanjaan di Jalan Airlangga Gomong, Ampenan, Rembiga, dan Cakranegara.
"Sekarang penumpukan kendaraan bisa dibilang belum terlalu menghawatirkan, masih kondusif," kata Zulkarwin, mengacu pada situasi terkini di awal Ramadan.
Untuk mengatasi kemacetan, Dishub setiap hari menurunkan satu regu yang terdiri dari 17 petugas yang disebar di lokasi-lokasi rawan. “Jika kondisi sangat padat seperti di kawasan Dakota dan Cakranegara, kami akan menambah petugas di area tersebut," jelasnya.
Zulkarwin menekankan pentingnya peran serta semua pihak dalam mengatasi kemacetan. Selain Dishub dan kepolisian, pihak kelurahan dan kecamatan juga diharapkan terlibat, misalnya dengan mengatur parkir kendaraan agar tidak menggunakan badan jalan.
Baca Juga: Ketua DPC Gerindra: Program Pemkot Harus Sejalan dengan Pemerintah Pusat
“Kendaraan yang parkir di badan jalan menjadi salah satu penyebab utama kemacetan," ujarnya.
Mengacu pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Dishub akan menerapkan beberapa upaya antisipasi, seperti menurunkan road barrier dan traffic cone. Jika diperlukan, pihaknya juga akan melakukan buka tutup jalan untuk mengurai kepadatan kendaraan.
"Tapi sampai sekarang belum kita lakukan," kata Zulkarwin.
Buka tutup jalan akan dilakukan jika terjadi penumpukan kendaraan pada waktu bersamaan, dan kendaraan akan dialihkan ke jalan lain. Adapun titik lokasi prioritas penanganan kemacetan adalah Kecamatan Cakranegara, yang merupakan pusat pertokoan di Kota Mataram.
“Kalau sekarang adatnya di waktu-waktu tertentu dan tidak sampai crowded. Alhamdulillah masih bisa jalan kendaraannya. Tapi nanti kawan-kawan dalops dan UPTD parkir kita minta agar badan jalan tidak penuh sama parkir,” tandasnya. (chi/r7)
Editor : Akbar Sirinawa