LombokPost--Polresta Mataram menyiagakan 634 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian kegiatan perayaan Lebaran Topat 2025 di sejumlah titik wisata dan pusat keramaian Kota Mataram.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat selama perayaan berlangsung.
Kapolresta Mataram, AKBP Hendro Purwoko, mengatakan, sejumlah titik telah dipetakan sebagai kawasan rawan karena berpotensi menimbulkan kerumunan, seperti kawasan pantai tempat digelarnya panggung hiburan rakyat.
“Beberapa titik yang mungkin menjadi kerawanan seperti panggung acara, pantai, sudah kami siapkan pengamanan. Semua akan bersinergi, termasuk dengan masyarakat dan mahasiswa, untuk turut serta menjaga keamanan,” ujar Hendro, Senin (7/4/2025).
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Polresta Mataram juga menyiapkan Posko Pelayanan Masyarakat yang dapat dimanfaatkan jika terjadi hal-hal darurat, seperti anak hilang atau kejadian tenggelam.
“Kami juga siap membantu apabila ada masyarakat yang tenggelam atau kehilangan anak. Posko kami siap siaga selama perayaan berlangsung,” tegasnya.
Sebanyak 634 personel gabungan diturunkan, terdiri dari anggota Polresta Mataram, personel TNI, serta petugas dari instansi terkait.
Selain itu, pos penyekatan juga didirikan di beberapa simpang jalan, seperti kawasan pasar, dan beberapa titik menuju lokasi wisata seperti Loang Baloq dan Makam Bintaro.
“Penyekatan dilakukan untuk mengimbau masyarakat, terutama yang menggunakan kendaraan terbuka, demi mencegah risiko kecelakaan lalu lintas yang bisa berakibat fatal,” jelasnya.
Sementara itu, selama libur lebaran, layanan sejumlah masyarakat memanfaatkan layanan penitipan kendaraan.
Hendro menyebut, sudah ada beberapa warga yang menitipkan kendaraan mereka ke petugas.
Hingga hari ini, tercatat 17 unit kendaraan roda dua yang dititipkan.
Sementara untuk kendaraan roda empat, pihaknya masih melakukan pendataan.
“Beberapa warga juga memanfaatkan jasa penitipan kendaraan. Data ada di posko, seperti di Epicentrum dan titik-titik pengamanan lain,” katanya.
Hendro juga memastikan, seluruh kendaraan yang dititipkan oleh masyarakat bisa diambil kembali setelah kembali dari mudik.
Pengambilannya melalui prosedur pengambilan yang telah ditetapkan.
“Kami pastikan kendaraan yang dititipkan aman. Masyarakat bisa mengambilnya sesuai dengan identitas dan bukti kepemilikan,” terangnya. (zad)
Editor : Kimda Farida