Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dispar Klaim 5.000 Wisatawan Padati Destinasi Wisata di Kota Mataram saat Lebaran Topat

Lalu Mohammad Zaenudin • Kamis, 10 April 2025 | 09:19 WIB
SANTAP KETUPAT: Wisatawan tengah menikamati bekal ketupat yang dibawa dari rumah di sela ziarah makam Loang Baloq , Senin (7/4/2025).
SANTAP KETUPAT: Wisatawan tengah menikamati bekal ketupat yang dibawa dari rumah di sela ziarah makam Loang Baloq , Senin (7/4/2025).

LombokPost--Sekitar lima ribu wisatawan memadati dua destinasi wisata yang menjadi lokasi perayaan Lebaran Topat di Kota Mataram pada Senin (7/4).

Meski tidak terjadi lonjakan besar, angka kunjungan ini dinilai cukup stabil dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, mengatakan meskipun data resmi masih dalam proses rekapitulasi, pihaknya memperkirakan jumlah pengunjung berada di kisaran 5.000 orang.

“Perkiraannya sekitar 5.000 kunjungan selama Lebaran Topat kemarin. Masih stabil dibandingkan tahun lalu,” kata Cahya, Rabu (9/4).

Cahya menyebut, tidak adanya lonjakan signifikan dalam jumlah kunjungan tahun ini, relatif pada momentum.

Ia melihat, waktu Lebaran Topat, berkenaan dengan dekatnya momen libur dan cuti bersama yang berakhir.

“(Kalau dengan kondisi ekonomi global) saya tidak bisa terlalu jauh menganalisa ke sana ya, tapi memang Lebaran Topat kita kemarin sudah (mendekati) hari aktif masuk kerja,” ucapnya.

Meski demikian, suasana liburan tetap terasa hangat.

Warga tetap menunjukkan antusiasme tinggi dalam merayakan Lebaran Topat dengan berkunjung ke ruang-ruang publik bersama keluarga.

Beberapa titik wisata yang menjadi magnet kunjungan masyarakat antara lain kawasan Pantai Gading, Pantai Ampenan, Pantai Boom, serta Taman Loang Baloq dan Taman Sangkareang.

“Pantai dan taman masih menjadi daya tarik utama. Apalagi kemarin jatuh di hari Senin, jadi banyak warga yang sudah mulai datang sejak Sabtu dan Minggu,” paparnya.

Menurut dia, rangkaian kunjungan tersebar di berbagai destinasi, dengan rata-rata sekitar 1.500 pengunjung per lokasi selama puncak perayaan.

Meskipun begitu, pola liburan masyarakat cenderung lebih singkat.

Lebaran Topat merupakan tradisi khas masyarakat Sasak yang digelar seminggu setelah Hari Raya Idulfitri.

Selain sebagai momentum silaturahmi, perayaan ini juga menjadi ajang wisata lokal yang selalu ditunggu warga.

Namun, dinas pariwisata tidak menutup mata terhadap kemungkinan penurunan kunjungan dalam beberapa hari ke depan, seiring berakhirnya masa libur nasional.

Meski begitu, pihaknya optimistis geliat wisata tetap akan hidup sepanjang musim.

“Libur memang sudah selesai, jadi pasti akan ada penurunan. Tapi momen Lebaran Topat tetap memberi kontribusi positif terhadap sektor wisata kita,” pungkas Cahya. (zad)

 

Editor : Kimda Farida
#Kota Mataram #kunjungan #warga #dinas pariwisata #Lebaran Topat