LombokPost--Dalam suasana lebaran yang penuh berkah dan kehangatan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mataram menggelar acara Halalbihalal bersama jajaran pemerintah kota, Forkopimda, dan seluruh unsur legislatif, dan tamu undangan lainnya, pada Kamis (10/4/2025).
Bertempat di ruang paripurna DPRD, kegiatan ini menjadi momen sakral untuk memperkuat tali silaturahmi dan merawat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Mataram.
Ketua DPRD Kota Mataram, Abdul Malik, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang hadir, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, yang turut memberi makna lebih dalam pada acara tersebut.
“Melalui kesempatan bahagia ini, kami pimpinan dan anggota DPRD mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Semoga silaturahmi ini menjadi spirit bersama dalam meningkatkan hubungan sosial sebagai bagian integral dari keimanan dan ketakwaan,” tutur Malik.
Ia menegaskan, halalbihalal bukan hanya ritual tahunan, tetapi bagian dari budaya luhur bangsa yang mengajarkan pentingnya saling memaafkan dan memperkuat ikatan sosial.
“Karena baik yang meminta maaf maupun yang memberi maaf, keduanya sama-sama mulia,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menyampaikan rasa syukur atas terciptanya suasana Ramadan yang khidmat dan penuh produktivitas, terutama di lingkup DPRD.
Ia menyoroti dedikasi para anggota dewan yang tetap bekerja keras merampungkan tiga rancangan peraturan daerah (raperda) di tengah suasana ibadah puasa lalu.
“Meski dalam kondisi lelah, bahkan puncak letih di jam 11-12 (siang), semua anggota legislatif tetap berikhtiar dan hadir dalam sidang paripurna. Ini cerminan komitmen yang luar biasa,” ujar Mohan.
Lebih jauh, Mohan mengapresiasi kekayaan dinamika masyarakat Kota Mataram selama Ramadan hingga Idulfitri.
Ia menyebut keberhasilan penyelenggaraan beragam kegiatan – mulai dari pawai takbiran, ogoh-ogoh menjelang Nyepi, hingga pelaksanaan Catur Brata Penyepian – sebagai bukti nyata bahwa semangat kebinekaan dan toleransi tetap menjadi fondasi utama kehidupan warga kota.
“Mozaik sosial kita begitu indah. Semua berjalan dengan baik, damai, dan penuh makna. Ini bukan kerja satu pihak, melainkan kerja kolektif dari semua unsur—DPRD, Forkopimda, dan masyarakat,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Mohan juga menyinggung pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dinamika daerah, nasional, hingga global. Ia mendorong kolaborasi antarsemua pihak untuk menyusun langkah strategis menghadapi situasi yang mungkin berdampak pada ekonomi daerah.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan dari seluruh elemen masyarakat. Kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas kita bersama,” pungkasnya.
Acara halalbihalal ini tak hanya menjadi ajang saling berjabat tangan, tapi juga simbol dari harapan baru: agar Kota Mataram terus menjadi kota yang harmoni, aman, ramah, unggul, dan mandiri – sesuai semangat yang digaungkan.
“Maka dari itu kami juga menyampaikan mohon maaf lahir batin,” pungkasnya. (zad)
Editor : Kimda Farida