Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

TPAR Kebon Kongok Ditutup, TPST Sandubaya Kewalahan Tampung Sampah

nur cahaya • Rabu, 23 April 2025 | 13:20 WIB

 

Seorang warga membuang sampah di TPST Sandubaya. Telihat tumpukan sampah yang mulai meninggi, pekan ini. 
Seorang warga membuang sampah di TPST Sandubaya. Telihat tumpukan sampah yang mulai meninggi, pekan ini. 
 

LombokPost-Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya, Kota Mataram, kini mencapai ketinggian tiga meter dalam empat hari terakhir.

Hal ini terjadi akibat pembatasan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok.

“Sekarang cukup banyak sampah karena sejak Kamis lalu penumpukan cukup lumayan,” kata Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Vidi Partisan Yuris Gamanjaya.

Vidi mengungkapkan, TPST Sandubaya saat ini menerima limpahan sampah dalam jumlah besar.

Dalam tiga hari terakhir, diperkirakan ada sekitar 2 hingga 3 ton sampah per 50 truk yang masuk ke TPST Sandubaya.

“Itu kita ibaratkan segitu ya. Ini baru setengah dari kapasitas TPST yang ada karena belum didorong ke bagian belakang,” jelasnya.

Vidi menambahkan, pihaknya mengambil langkah hati-hati dengan tidak mendorong sampah hingga ujung TPST untuk menghindari kesulitan saat pengosongan nanti. Pembatasan akses ke TPAR Kebon Kongok merupakan hasil perjanjian dengan pihak provinsi selama tujuh hari, sambil menunggu penataan TPA baru.

Photo
Photo

"Kami dari pimpinan terus berupaya mengakomodir pengelolaan sampah dari masyarakat agar Kota Mataram tetap bersih. Untuk sementara, seluruh sampah dikumpulkan di TPST Sandubaya," ujarnya.

Sebanyak 11 TPS di Kota Mataram kini dialihkan ke TPST Sandubaya. Sementara itu, TPS Kebon Talo mengalami kendala akibat kontainer bak yang rusak dan sedang dalam perbaikan.

Kondisi ini diperparah dengan ketidaksabaran petugas roda tiga dan keengganan masyarakat untuk membuang sampah di tempat yang semestinya.

Rencananya, seluruh sampah dari TPS Kebon Talo juga akan dialihkan ke TPST Sandubaya yang sedang dalam penataan. 

Meski ada pembatasan ke TPAR Kebon Kongok, hal ini tidak berlaku bagi pembuangan sampah oleh masyarakat.

Vidi menampik adanya pembatasan ini yang menyebabkan munculnya TPS liar di Kota Mataram.

Menurutnya, TPS liar terjadi karena sebagian masyarakat enggan membawa sampah langsung ke TPS resmi meskipun aksesnya terbuka bagi warga Kota Mataram.

“Kalau warga luar kota tentu akan kami batasi. Kalau luar kota kan repot kita,” tegasnya.

Meski demikian, Vidi memastikan bahwa TPST Sandubaya masih mampu menampung seluruh sampah hingga Kamis depan.

Merujuk pada pengalaman sebelumnya, TPST Sandubaya mampu menampung sampah hingga sembilan hari saat Kebon Kongok tutup sementara.

“Pasti muat. Kondisi saat ini saja masih setengah dari kapasitas maksimal TPST,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan yang memunculkan TPS liar.

TPST Sandubaya tetap beroperasi dan menerima sampah dari masyarakat dengan KTP Mataram.

“Ya silakan saja langsung buang ke TPST. Yang penting ber-KTP Mataram,” ucapnya.

Terpisah, seorang petugas roda tiga di TPS Kebon Talo juga mengatakan adanya pembatasan untuk pembuangan ke TPAR Kebon Kongok. Sehingga, pada Minggu siang lalu, terlihat tumpukan sampah di Kebon Talo.

“Kan kita dibatas. Tapi nanti ini gotong royong kita angkut,” katanya. (chi/r7)

Editor : Marthadi
#sampah #pembatasan #Sandubaya #tpst #kebon kongok