LombokPost - Rencana Pemerintah Kota Mataram mengangkut tumpukan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sandubaya ke Tempat Pemerosesan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok terpaksa dibatalkan.
Penolakan warga menjadi alasan utama batalnya rencana tersebut.
Padahal, Pemerintah Provinsi NTB telah menambah landfill seluas 25 are di TPAR Kebon Kongok sebagai solusi pembuangan sementara.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengaku kecewa dengan situasi ini.
“Itu ada sedikit permasalahan di masyarakat. Jadi ya belum bisa kita eksekusi,” katanya, Senin (5/5).
Penolakan warga diduga dipicu sejumlah janji Pemprov yang belum ditepati. Denny menyebut persoalan itu akan menjadi prioritas untuk diselesaikan.
Ia juga menyebut, sebelumnya sempat disampaikan tidak akan ada lagi penambahan landfill di TPAR Kebon Kongok.
“Memang beberapa waktu lalu sempat dikatakan tidak akan ada penambahan landfill kembali. Namun karena situasi ini darurat, maka tidak akan ada penambahan lagi selain landfill 25 are yang disiapkan sekarang,” tegasnya.
Denny berharap setelah persoalan dengan warga rampung, tidak akan ada lagi penolakan. “Setelah itu mudah-mudahan lah warga sudah tidak ada lagi penolakan,” ucapnya.
Menyikapi situasi ini, Pemerintah Provinsi NTB mengundang Wali Kota Mataram dan Bupati Lombok Barat untuk membahas solusi terbaik.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Mataram telah menyiapkan dua opsi. Pertama, tetap membuang sampah ke TPAR Kebon Kongok dengan membentuk tim negosiasi bersama warga.
Kedua, menyewa lahan alternatif milik warga di Kebon Ayu seluas 1 hektare sebagai lokasi pembuangan sementara.
“Baru saja kami lihat kondisi lapangannya. Sangat memungkinkan untuk kita membuang di sana,” ungkapnya soal lahan di Kebon Ayu.
Sementara itu, rencana pemanfaatan lahan di Dusun Batu Mulik, Gerung, Lombok Barat, dipastikan batal.
Denny menyebut jaraknya terlalu jauh dan akses jalannya rusak serta sempit, tidak memungkinkan dilalui truk pengangkut sampah.
“Jadi alternatif itu tidak jadi kita pakai,” katanya.
Kondisi TPS Sandubaya saat ini makin memprihatinkan. Tumpukan sampah yang telah menggunung lebih dari dua pekan kini meluber hingga nyaris keluar dari area TPS.
Diperkirakan, volume sampah yang tertahan telah mencapai lebih dari 1.500 ton.
“Ya kita mau buang ke mana lagi,” keluhnya.
Pemkot Mataram terus berupaya mencari solusi agar persoalan sampah tidak semakin memperburuk kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Negosiasi dengan warga Kebon Kongok dan pematangan rencana pemanfaatan lahan di Kebon Ayu menjadi fokus utama dalam waktu dekat.
“Ya semoga minggu-minggu ini,” ucapnya. (chi/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post