Pergantian nama ini diajukan sebagai bentuk penghargaan terhadap tokoh penting yang dinilai berjasa besar dalam sejarah dan pengembangan fasilitas kesehatan di Kota Mataram.
Mantan Sekda Kota Mataram, Lalu Makmur Said, dalam rapat bersama Pansus, menceritakan alasan kuat di balik usulan nama tersebut. Ia menilai H Moh Ruslan adalah sosok yang pantas dikenang karena telah memperjuangkan berdirinya rumah sakit daerah di Mataram sejak masa awal pembentukan pemerintahan kota.
“Pak Haji Moh Ruslan itu dulu sangat gigih memperjuangkan keberadaan rumah sakit ini. Dari mulai pemikiran, perencanaan, hingga pengadaan lahan, beliau ikut berperan aktif. Jadi nama beliau sangat layak untuk dikenang melalui institusi ini,” ungkap Lalu Makmur Said, kemarin (8/5).
Ketua Pansus, Muhammad Zaini, menyatakan pihaknya sedang mengkaji seluruh aspek administratif dan historis dari usulan ini. Ia menegaskan pergantian nama lembaga publik bukan perkara seremonial semata, melainkan harus dilandasi dengan argumen kuat dan nilai-nilai sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini bukan sekadar soal nama. Ini adalah soal warisan sejarah dan penghormatan terhadap tokoh daerah. Kami ingin memastikan bahwa setiap nama yang disematkan memiliki makna dan pesan kuat bagi generasi selanjutnya,” ujar Zaini.
Sementara itu, Anggota Pansus, Nyayu Ernawati, menambahkan pemberian nama tokoh lokal pada lembaga publik seperti rumah sakit merupakan bentuk penghargaan atas jasa mereka yang sudah memperjuangkan pelayanan dasar bagi masyarakat. “Sudah seharusnya nama rumah sakit ini diberikan kepada sosok yang berjasa, yang tidak hanya dikenal, tetapi juga pernah berkontribusi langsung terhadap lahir dan berkembangnya fasilitas ini,” tegas Nyayu.
Direktur RSUD Kota Mataram, dr. Eka Nurhayati, juga menyampaikan pandangannya. Ia menilai wacana penggantian nama ini merupakan penghormatan terhadap sejarah rumah sakit, sekaligus momentum untuk memperkuat identitas kelembagaan. “Bagi kami, nama adalah bagian dari semangat. Jika perubahan nama ini menjadi bentuk penghargaan atas jasa tokoh yang ikut membidani lahirnya RSUD, maka tentu kami menyambut baik. Ini juga bisa menjadi inspirasi bagi generasi tenaga kesehatan berikutnya,” kata dr. Eka.
Rapat Pansus berlangsung di ruang pertemuan RSUD Kota Mataram dengan dihadiri jajaran manajemen rumah sakit serta sejumlah tokoh dan aparatur sipil negara. Wacana ini mendapat respons positif dari berbagai pihak yang hadir.
Usulan perubahan nama ini selanjutnya akan dibahas dalam sidang paripurna DPRD Kota Mataram sebelum disahkan secara resmi melalui peraturan daerah. (zad)
Editor : Siti Aeny Maryam