Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jangan Tertipu Sapi Kurban Diskonan, Dinas Siaga Cegah Penyakit

Lalu Mohammad Zaenudin • Minggu, 18 Mei 2025 | 20:36 WIB

 

Orang yang berkurban sering ragu memakan daging kurbannya, karena khawatir dilarang dalam Hukum Islam.
Orang yang berkurban sering ragu memakan daging kurbannya, karena khawatir dilarang dalam Hukum Islam.

 

LombokPost - Menjelang Idul Adha, Dinas Pertanian Kota Mataram memastikan hewan kurban yang dijual di wilayah kota dalam kondisi sehat. Tidak ditemukan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK), juga tidak ada laporan antraks.

“Kota Mataram aman. Bebas PMK, bebas antraks. Masyarakat tidak perlu ragu untuk berkurban,” tegas Plt Kepala Dinas Pertanian, Harimansyah, Minggu (18/5/2025).

Ia menegaskan, tim dari dinas juga diterjunkan langsung ke lapangan. Fokusnya pada titik-titik penjualan hewan kurban yang muncul secara dadakan, terutama di pinggir jalan.

Baca Juga: Rinjani 100 Buat Unit Sar Lombok Timur (Lotim) Siaga Penuh

“Nanti semua kita cek kesehatannya satu per satu. Jangan sampai ada yang lolos dalam kondisi tidak layak potong,” tegasnya.

Dinas Pertanian juga membuka layanan pengaduan jika masyarakat menemukan indikasi hewan kurban yang tampak sakit atau mencurigakan. “Silakan laporan ke kami, untuk kami tidak lanjuti pengecekan kesehatannya,” imbuhnya.

Khusus untuk sapi, kebutuhan hewan potong tergolong tinggi. Setiap hari biasa saja, dua Rumah Potong Hewan (RPH) aktif di kota melayani pemotongan 20 sampai 25 ekor sapi.

“Kalau Idul Adha, jumlahnya bisa melonjak. Bisa tembus ratusan ekor,” terang Harimansyah.

Baca Juga: Top Markotop, Lombok Barat Termasuk Kabupaten Paling Maju di Indonesia

Ia menambahkan, mayoritas warga Mataram tinggal di wilayah urban. Banyak yang mengandalkan suplai hewan dari luar kota.

Karena itu, distribusi dan pemeriksaan kesehatan jadi kunci.Jangan hanya tergiur harga murah. Pastikan hewan sudah diperiksa petugas,” imbaunya.

Dari data Dinas Pertanian, jumlah pemotongan hewan ternak jenis sapi di Kota Mataram per tahun mencapai lebih dari 7.500 ekor. Jika dibagi merata, itu setara dengan sekitar 20 ekor per hari.

“Tapi saat momentum besar seperti Idul Adha, grafiknya bisa melonjak tajam,” jelasnya.

Dinas memastikan stok hewan kurban tahun ini cukup. Tidak ada sinyal kelangkaan.

Baca Juga: Kritik Pedas DPRD, Ingatkan Jangan Sampai Dokumen RDTR Jadi Alat Legalkan Pelanggaran!”

Stok aman. Distribusi juga lancar sejauh ini. Tapi tetap kami pantau agar tidak ada permainan harga atau hewan tak layak jual,” tambahnya.

Warga Mataram juga diimbau memanfaatkan RPH milik pemerintah. Selain lebih higienis, proses penyembelihan juga memenuhi standar syariat dan kesehatan.

“Kalau pemotongan di tempat sembarangan, risikonya lebih tinggi. Kami sarankan tetap gunakan RPH atau lapor ke petugas,” tutupnya. (zad)

Editor : Prihadi Zoldic
#Kota Mataram #kurban #antraks #sapi #PMK #Kesehatan #murah