Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Mataram Lakukan Periksa Kesehatan Hewan Kurban, Diperiksa Sebelum dan Setelah Penyembelihan

nur cahaya • Senin, 26 Mei 2025 | 09:11 WIB

 

 

DIJUAL: Salah satu lapak penjual sapi dan kambing di Kota Mataram jelang Idul Adha. 
DIJUAL: Salah satu lapak penjual sapi dan kambing di Kota Mataram jelang Idul Adha. 

LombokPost - Menjelang Hari Raya Idul adha, lapak-lapak penjualan sapi dan kambing mulai menjamur di berbagai sudut Kota Mataram.

Dinas Pertanian Kota Mataram melalui Otoritas Veteriner memastikan kesehatan hewan kurban yang diperjualbelikan demi kenyamanan dan keyakinan masyarakat.

Pemeriksaan hewan kurban akan dilakukan secara berkala hingga H-1 Idul adha.

Salah satu penjual sapi dan kambing di Mataram, Sabri, menjelaskan bahwa harga sapi yang dijualnya mulai dari Rp 17 juta dengan bobot sekitar 300 kilogram.

Sedangkan harga kambing berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 7 juta.

Sabri menyambut baik adanya pemeriksaan kesehatan hewan dari dinas terkait.

Ia menyatakan pihaknya tidak melakukan perawatan khusus, hanya menjaga pola makan dan kebersihan hewan.

Ia juga memberikan jaminan ganti rugi jika ada hewan yang sakit setelah dibeli.

“Kalau memang ada yang periksa, tidak apa-apa. Dari pihak kami tidak ada perawatan khusus, hanya menjaga makanan saja dan kebersihan,” jelas Sabri.

Terpisah, petugas Otoritas Veteriner Dinas Pertanian Kota Mataram drh M Irfan Sabri mengatakan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lapak-lapak dilakukan secara sporadis, namun pasti akan dikunjungi.

“Iya itu sporadik,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang ditempel di lokasi pengepul, seperti di Majeluk, untuk memudahkan masyarakat mendapatkan rekomendasi.

“SKKH ini untuk meningkatkan keyakinan masyarakat. Sapi dan kambing sebagai hewan kurban sudah diperiksa oleh petugas kesehatan Kota Mataram,” terangnya.

Ia menambahkan, pengepul juga tidak akan mau membeli sapi atau kambing yang sakit karena khawatir mengalami kerugian.

Meskipun hewan tidak diberi tanda khusus, Irfan memastikan pemantauan akan terus dilakukan.

“Hewan tidak dikasih tanda. Tapi terus untuk kita pantau. Tidak sekali saja, nanti H-1 juga di yayasan atau ponpes sebelum disembelih,” jelasnya.

Photo
Photo

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban tidak hanya dilakukan sebelum penyembelihan, tetapi juga setelah penyembelihan atau post mortem.

Irfan menekankan bahwa petugas yang melakukan pemeriksaan sudah terlatih untuk memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban.

“Pemeriksaan sebelum disembelih dan setelah disembelih. Setelah disembelih juga dicek. Karena ada yang kelihatan kurang sehat nanti kita cek waktu post mortem. Seperti di hati, paru-paru, limpa,” tandasnya. (chi/r7)

Editor : Akbar Sirinawa
#Kota Mataram #kurban #penyembelihan #sapi #kambing