LombokPost – Tradisi kurban di Bumi Pagutan Permai terus terjaga. Selama 30 tahun terakhir, warga istiqomah berkurban dan berbagi kepada sesama.
Tahun ini, sebanyak 20 ekor sapi dan 43 ekor kambing disembelih dan dibagikan kepada warga sekitar serta beberapa yayasan di luar Kota Mataram.
“Semangat berkurban di lingkungan Bumi Pagutan Permai ini terasa dari tahun ke tahun. Mayoritas sapi merupakan hewan kurban yang dikeluarkan warga kami,” ujar Ady Mauluddin, Ketua Panitia Kurban Bumi Pagutan Permai, kepada Lombok Post.
Ady menyebutkan, pelaksanaan kurban tahun ini dipusatkan di Masjid Raudhatul Jannah, yang telah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Kepercayaan warga kepada panitia, kata dia, menjadi kunci meningkatnya partisipasi kurban setiap tahun.
“Sejak 1995, awalnya hanya 7 kambing. Sekarang bisa puluhan hewan kurban. Ini bentuk syukur dan kekompakan warga,” ujarnya.
Lebih dari sekadar berkurban, warga Bumi Pagutan Permai juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan lainnya. Mulai dari salat berjamaah, pengajian rutin, hingga kegiatan sosial mingguan seperti bazar dan santunan.
“Kesadaran beragama masyarakat tumbuh karena bimbingan TGH Nurul Mukhlisin Asyrafuddin selama belasan tahun,” kata Ady.
Peran tokoh agama dan ulama dalam membina warga juga sangat penting. Kegiatan keagamaan di masjid selalu ramai diikuti, termasuk pengajian oleh para ustaz dan dai lokal.
Warga lain, Saprinadi, mengungkapkan bahwa semangat berkurban terus tumbuh karena adanya kepercayaan pada panitia kurban. Proses distribusi daging kurban selalu tepat sasaran.
“Daging kami bagikan ke warga yang benar-benar membutuhkan. Bahkan sebagian ke yayasan di luar kota. Ini patut kami syukuri,” katanya.
Tidak hanya panitia, Majelis Taklim Al Husna turut aktif membantu.
Ketua majelis, Rohana Najamuddin, mengaku selalu mendukung pelaksanaan kurban dan kegiatan sosial lainnya.
“Setiap minggu kami ada bazar dan kegiatan sosial. InsyaAllah selalu mendukung setiap kegiatan umat,” paparnya.
Dengan jumlah hewan kurban yang meningkat setiap tahun, Bumi Pagutan Permai menjadi contoh kawasan yang sukses membangun kesadaran berkurban dan kebersamaan sosial.
Momentum kurban tidak hanya tentang ibadah, tapi juga membangun solidaritas antarwarga.
“Harapannya, semangat ini terus terjaga dan menjadi ladang amal bagi kita semua," tutup Ady. (ton)
Editor : Kimda Farida