LombokPost – Dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diberikan. Tapi tak semuanya mulus tanpa catatan.
Anggota DPRD Kota Mataram dari PAN Ahmad Azhari Gufron, memberi dukungan tapi juga menyentil persoalan dapur MBG oleh pihak mitra yang asal bangun tanpa memperhatikan ketentuan aturan.
Ia ingatkan ini program pemerintah pusat.
“Ini adalah program Asta Cita presiden Prabowo,” tegasnya.
Menurutnya, semangat MBG harus tetap dijaga. Namun pelaksanaannya tidak boleh mengabaikan aturan, terutama soal tata ruang dan standar teknis dapur.
“Kalau program MBG ini bagus, kita harus sukseskan,” tambahnya.
Sebelumnya, dapur MBG di Sayang-sayang Kota Mataram menjadi sorotan.
Dapur yang dibangun oleh pihak mitra itu dinilai mencaplok fasilitas publik yakni lahan parkir.
Di samping itu, lokasi dan desain bangunan diduga tidak memenuhi spesifikasi standar dapur untuk layanan makanan massal.
“Untuk dapur MBG itu sudah ada spesifikasinya. Harus ada ruang bongkar muat, ruang distribusi, ruang terbuka,” tegasnya.
Ia menekankan perbedaan fundamental dapur massal ini dengan dapur pada umumnya. Gufron menyoroti soal izin tata ruang yang terkesan dilangkahi begitu saja.
Ia meminta agar dinas teknis tidak tutup mata. “Ada persyaratan lahan yang wajib dipenuhi. Kalau tidak sesuai, harus ditegur,” tegasnya.
Ia khawatir jika satu bangunan dibiarkan melanggar, akan muncul banyak bangunan serupa di sekitarnya ikut menabrak aturan. “Jika ada pelanggaran maka segera dinas PUPR turun. Jangan sampai nanti semua bangunan di sebelahnya mengikutinya,” wanti-wantinya.
Meski mengkritik persoalan Dapur MBG, Gufron menegaskan posisinya mendukung penuh program MBG. Baginya, program ini penting, tapi tidak boleh dikerjakan dengan cara instan.
“Dukung? Ya jelas kita dukung. Tapi kalau ada dugaan pelanggaran kita harus tegur. Supaya programnya jalan, tapi aturan juga tetap ditegakkan,” tandasnya. (zad/r9)
Editor : Siti Aeny Maryam