Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Uji Coba Bemo Kuning Urai Kemacetan Jalan Terus, Sikapi Keluhan Kemacetan Meluas

Lombok Post Online • Minggu, 6 Juli 2025 | 08:12 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost – Di tengah keluhan publik soal kemacetan yang makin parah di sejumlah titik Kota Mataram, Pemerintah Kota menyodorkan satu jawaban: transportasi publik.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menyebut pihaknya telah memulai langkah-langkah sistematis untuk meredam kepadatan lalu lintas, terutama di kawasan pendidikan dan jalur utama keluar-masuk kota.

Salah satu upaya yang kini tengah berjalan adalah revitalisasi angkutan tradisional Bemo Kuning, dengan pelajar sebagai target utama.

 Baca Juga: Bom Waktu Bemo Kuning dan Kemacetan Kota Mataram

Program ini telah memasuki masa uji coba sejak akhir 2024, dan menurut Wali Kota, menunjukkan dampak yang cukup signifikan.

“Kemacetan di beberapa sekolah yang dilayani mulai berkurang. Ini menunjukkan strategi mulai berdampak,” kata Mohan di hadapan anggota DPRD Kota Mataram.

Mohan menyebut program ini merupakan bagian dari strategi transportasi publik yang lebih inklusif.

Artinya, Pemkot tak sekadar menyediakan kendaraan, tapi juga mencoba mengubah pola pikir mobilitas masyarakat terutama kalangan muda, agar mulai beralih ke angkutan umum.

Namun di luar klaim penurunan kemacetan, masih ada pertanyaan seputar efektivitas program ini dalam skala kota.

Sebab, kemacetan di Mataram tidak hanya terjadi di jam masuk-pulang sekolah, tapi juga di simpul-simpul pasar, perkantoran, dan jalur protokol yang dipenuhi kendaraan pribadi dan ojek daring.

 Baca Juga: Layanan Bemo Gratis Mandek di Satu Sekolah, Disdik Hanya Mampu Mengimbau

Sebagai kelanjutan dari Bemo Kuning, Pemkot kini menyiapkan inovasi lanjutan: pengoperasian bus sekolah sebagai bagian dari sistem angkutan publik yang terintegrasi.

“Program ini akan terus dikembangkan,” kata Mohan.

Meski begitu, tantangan program ini masih besar, dari sisi konsistensi layanan, kenyamanan armada, hingga jangkauan rute yang masih terbatas. Di sisi lain, Pemkot belum membuka secara gamblang data kuantitatif mengenai pengurangan kemacetan yang dimaksud.

 

SOLUSI MACET: Beberapa orang siswa pulang sekolah dengan bemo kuning siap melayani antar pulang sekolah, beberapa waktu lalu.
SOLUSI MACET: Beberapa orang siswa pulang sekolah dengan bemo kuning siap melayani antar pulang sekolah, beberapa waktu lalu.

Program transportasi publik seperti Bemo Kuning dan Bus Sekolah mungkin bukan solusi instan. Tapi setidaknya, Pemkot Mataram mulai menunjukkan upaya mengurangi kemacetan. (zad/r9)

Editor : Siti Aeny Maryam
#Pelajar #kemacetan #progam #Angkutan Umum #bemo kuning