Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MATARAM BERDUKA! Banjir Besar, Mobil Hanyut, Rumah Terendam hingga Lantai Dua!

Lalu Mohammad Zaenudin • Minggu, 6 Juli 2025 | 18:31 WIB

Sebuah mobil hanyut oleh arus deras banjir di sebuah perumahan kawasan Cakranegara.
Sebuah mobil hanyut oleh arus deras banjir di sebuah perumahan kawasan Cakranegara.

 

Wali Kota Pimpin Langsung Evakuasi dan Penanganan


Air menerjang pemukiman, kendaraan hanyut, warga panik. Sebagian kota lumpuh di tengah musim kemarau.

 

---

KOTA Mataram dilanda banjir besar pada Minggu, 7 Juli 2025, setelah hujan deras mengguyur hampir seharian penuh. Sejumlah titik di kota yang dikenal dengan langit birunya ini berubah menjadi lautan air.


Genangan di banyak lokasi bahkan mencapai dua meter, merendam rumah, memutus akses jalan, menghanyutkan kendaraan, dan membuat warga panik. Seorang warga bernama Razak melaporkan robohnya tembok TPST Modern Sandubaya ke arah jalan akibat derasnya hujan dan limpasan air dari dalam.


“Temboknya nggak kuat nahan air dari dalam, langsung ambruk ke jalan,” ungkapnya, Minggu (6/7).

 


Di kawasan Mahkota Bertais, banjir melumpuhkan akses jalan. Warga memperingatkan agar tidak melewati jalur tersebut karena jalannya amblas diterjang derasnya air.


“Jalan amblas, seperti dilibas banjir bandang,” kata seorang warga.


Sementara itu di kawasan Bendungan Bertais, aliran air terlihat meluap hebat hingga masuk ke permukiman. “Dinding-dinding rumah warga dihantam gelombang air. Kami juga khawatir karena ada kabar dinding bendungan ikut runtuh,” ucap Alimin.


Air juga mengalir deras ke wilayah Cakranegara. Sebuah video beredar menunjukkan satu unit mobil hanyut terbawa arus banjir di sebuah perumahan.
“Ya Allah mobil siapa itu?” Pekik warga histeris.


Selanjutnya, Kebun Duren, Selagalas, Air sepinggang orang dewasa. Gang Masjid Kebon duren terlihat digenangi air tinggi.


Laporan juga datang dari Cakranegara. Air di sejumlah elite mengalir seperti sungai, deras, tinggi, dan tiba-tiba. “Kami naik ke lantai dua, lantai satu sudah tenggelam,” ujar seorang ibu.


Warga meminta bantuan segera: perahu karet, logistik, dan alat evakuasi. Mereka panik karena ini terjadi di luar musim hujan.


Wali Kota Mataram Mohan Roliskana langsung turun ke lapangan memantau kondisi, termasuk ke wilayah Kekalik yang lumpuh oleh banjir. Ia didampingi sejumlah pejabat dan meminta seluruh Satgas Penanggulangan Bencana turun penuh.


Di lokasi itu, dilaporkan motor-motor banyak yang tidak bisa dikeluarkan. Wali kota mengisyaratkan kehadirannya sebagai upaya untuk menghadapi bersama situasi kebencanaan ini.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Emiral Isfihan, mengerahkan Tim Gerak Cepat (TGC) Puskesmas Cakranegara. “Kami evakuasi satu warga lumpuh karena rumahnya terendam. Beberapa korban luka sudah ditangani di IGD,” kata dr Emirald.


Dalam sebuah video, terlihat warga mengevakuasi lansia yang tak bisa berjalan. Seorang menggotongnya untuk dibawa ke mobil evakuasi.


Anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi Gerindra Herman, melontarkan kritik keras terhadap respons Pemkot. Ia menegaskan istilah genangan tak lagi relevan untuk menggambarkan ancaman bencana akibat masifnya pembangunan dan semakin terbatasnya ruang resapan air.

 


“Mataram ini butuh waduk, bukan sekadar kanal pengendali atau kolam retensi,” ujar Herman.


Menurutnya, sejak lama dewan sudah memperingatkan Mataram adalah rawan banjir.

"Tapi selalu dianggap enteng,” tegasnya.


Dari berbagai laporan warga dan pengamatan di lapangan, banyak titik terdampak banjir kali ini. Di Bertais, banjir masuk pemukiman dari pintu air dan depan Perumahan Mahkota.


Di Kekalik Kijang dan Akasia, sungai meluap, menerjang perumahan. Salah satu yang dilaporkan debit air tinggi adalah sungai Ancar dan Jangkuk.
Seorang warga Hari, meminta bantuan segera karena banyak warga terjebak di bantaran sungai.

“Kami tidak bisa keluar, air mengalir sangat deras,” ujarnya.


Siti, warga Akasia, menyampaikan air jebol dari arah kali Jangkuk. “Saya belum pernah lihat banjir sebesar ini. Air masuk sampai ke teras,” ucapnya.


Pemadaman listrik dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan. Warga mengaku ketakutan karena harus bertahan dalam kegelapan total di tengah luapan air yang tidak bisa diprediksi.


Wilayah lain seperti Karang Kecicang dan Lingkungan Getap ikut terdampak. Ketinggian air bervariasi dari lutut hingga sepaha orang dewasa. Di BTN Sweta, warga melaporkan genangan dari semata kaki hingga betis, dengan arus yang cukup kuat.


Laporan juga datang dari kawasan BTN Riverside, Cakranegara. Air naik akibat sungai Ancar meluap, bahkan lapak PKL di pinggir jalan ikut tersapu arus.


Beberapa warga menyampaikan, banjir kali ini mengejutkan. Tidak ada hujan dalam beberapa hari sebelumnya, lalu dalam satu hari, hujan deras menghantam dan semua berubah.


Lombok Post berupaya menghubungi pihak BPBD Kota Mataram untuk mengetahui jumlah korban dan warga terdampak banjir. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan.


Peristiwa ini membuka mata semua pihak, manajemen tata air Kota Mataram perlu koreksi total. Tidak cukup hanya mengandalkan kanal atau kolam retensi, saat volume air melebihi ambang normal, sistem yang ada lumpuh.


Ini bukan sekadar bencana, ini peringatan keras kota yang damai pun bisa tiba-tiba menjadi lautan jika perencanaan jangka panjang diabaikan. Kota Mataram sedang tidak baik-baik saja. Dan warganya sedang berjuang dalam gelap dan genangan.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#darurat banjir ntb #rumah terendam mataram #banjir mataram 2025 #hujan deras mataram #sungai meluap