Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Banjir Kota Mataram Buka Celah Perbedaan Kelas Sosial: Mobil Mewah Hanyut Ada Asuransi, Warga Kecil Hilang TV Tabung Hanya Bisa Menangis

Lombok Post Online • Selasa, 8 Juli 2025 | 10:35 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Mataram pada Minggu (6/7) menyisakan lebih dari sekadar genangan air dan kerusakan rumah.

Banjir membuka celah perbedaan kelas sosial di antara warga kota: antara yang mobilnya ikut hanyut tapi terlihat lebih tegar dan yang kehilangan TV tabung yang sangat terpukul.

Fenomena ini terekam di dua kawasan bertetangga: Perumahan Riverside dan wilayah Kebon Duren. Dua tempat berbeda yang dipisahkan tembok.

“Mobilnya hanyut, tapi sudah diasuransikan,” ucap Hendra salah satu warga yang ditemui Lombok Post, kemarin (7/7).

Namun di sisi lain, banyak warga yang terpukul semisal di Kebon Duren yang kehilangan barang-barang sederhana namun berharga. “Ada yang hanyut TV tabungnya dan menangis,” tuturnya.

Sekalipun kesedihan tumbuh di dua tempat yang dipisah tembok itu, namun rasanya berbeda.

Di satu sisi duka hadir dengan penuh perhitungan, berapa klaim asuransi yang bisa dicairkan. Sedangkan di sisi satunya penuh ketidakpastian bagaimana cara mengembalikan TV yang rusak atau kasur yang terendam tanpa simpanan sepeserpun.   

“Ya namanya bencana, tidak ada siapapun yang menghendaki di manapun itu,” ucapnya kemudian.

Kondisi di lapangan menunjukkan, salah satu penyebab parahnya banjir adalah tumpukan sampah yang menyumbat aliran air di bawah jembatan.

Seorang warga menyebut, sampah-sampah rumah tangga terbawa arus hingga menumpuk di bawah jembatan sungai dekat dengan kawasan Riverside.

“Sampah itu sampai nyangkut di rumah-rumah warga, banyak yang terseret. Ada satu lapak PKL hanyut juga,” tutur seorang pedagang nasi di Kebon Duren yang rumahnya selamat dari ganasnya banjir.

Padahal, kawasan itu sudah lama memiliki larangan membuang sampah sembarangan. Namun kenyataannya, masih banyak orang yang keluar malam-malam dan membuang sampah di sungai.

“Tapi bukan orang sini yang buang. Ada orang luar, mereka bawa sekarung – dua karung sampah malam-malam,” ungkap warga lain.

Ia meyakinkan hampir tidak ada warga sekitar buang sampah di sana. Tapi mereka tidak bisa berbuat banyak, pelaku buang sampah datang di waktu-waktu warga lengah. 

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Tumpukan sampah itu, diyakini kuat salah satu pemicu – di samping debit air yang besar – membuat air besar yang datang tersumbat dan akhirnya meluber. “Sampah-sampah itu tercecer ke berbagai tempat (tersapu banjir),” ucapnya.

Di lokasi terpantau 5 mobil yang terseret arus. Dua di antaranya ditemukan dalam kondisi nyangkut di dinding rumah warga.

Salah satu di antaranya disebut-sebut berjenis mobil mewah BMW. Di lokasi Lombok Post menemui orang lapangan dari perusahaan asuransi yang tengah mencari keberadaan mobil tersebut.

Masih dari cerita pemilik warung nasi, banyak tetangga yang terdampak. Ia menyebut banjir kali ini adalah yang terparah, meski wilayah itu sebenarnya tidak langganan banjir.

“Pernah banjir, tapi cuma genangan. Yang sekarang ini sampai ngerusak rumah-rumah,” katanya.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, menyatakan banjir kali ini terbesar dan terluas yang pernah melanda kota tersebut. “Luapan Sungai Ancar dan Sungai Unus ini sangat besar. Genangan airnya hampir menutupi sebagian besar wilayah Kota Mataram,” katanya.

Prioritas utama saat ini adalah membersihkan jalan-jalan utama yang tertutup lumpur. Mohan mengatakan pembersihan tidak akan selesai dalam satu hari dan menargetkan semua selesai pada hari ini. 

“Semoga bisa selesai besok (hari ini, Red),” ucapnya.

Mohan juga memastikan semua logistik didistribusikan kepada masyarakat terdampak. Selain itu, dapur umum telah didirikan di posko induk, tepatnya di depan pendopo wali kota.

Dapur umum ini mampu menyiapkan 3.000 hingga 4.000 porsi makanan setiap harinya. Mohan mengimbau masyarakat yang ingin memberikan dukungan atau sumbangan kebutuhan pokok dapat langsung mengarahkan ke posko induk tersebut.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi hujan deras," ungkap Mohan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diminta melakukan asesmen terhadap beberapa jembatan guna memastikan kelayakan penggunaan. Sementara itu, penanganan jalan yang belum bisa dilalui akan menjadi prioritas berikutnya.

 

EVAKUASI: Tim gabungan menggunakan tali agar tidak terseret arus saat melakukan evakuasi korban banjir di Perumahan Riverside, Selagalas, Kota Mataram, Minggu (6/7). 
EVAKUASI: Tim gabungan menggunakan tali agar tidak terseret arus saat melakukan evakuasi korban banjir di Perumahan Riverside, Selagalas, Kota Mataram, Minggu (6/7). 

Banjir ini dilaporkan berdampak pada sekitar 6.700 rumah dan 30.000 jiwa, dengan berbagai kategori tingkat keparahan. Beberapa titik evakuasi telah disiapkan, namun sebagian besar warga kini telah kembali ke rumah masing-masing dan secara sukarela membersihkan lingkungannya.

Plt Kepala BPBD Kota Mataram Ahmad Muzakki, menambahkan ini adalah kali pertama sungai-sungai yang melintasi jantung Kota Mataram meluap sebesar ini. Sungai-sungai tersebut meliputi Kali Ancar, Kali Unus, dan Kali Ening.

"Kali Ancar ini melintasi Bertais, Monjok, Kekalik. Begitu juga Kali Ening yang di Dasan Cermen, maka dari itu Abian Tubuh kena, Sweta juga kena," terang Muzakki.

Ia menjelaskan, wilayah tengah Kota Mataram seperti terkepung dan berbentuk cekungan, dengan sungai-sungai mengalir di tengahnya. Ini menjadi pemicu utama, selain adanya kiriman air yang intens dari sungai-sungai di Lombok Barat.

Hampir semua kecamatan terkena dampak banjir. Wilayah yang paling parah adalah Cakranegara. Di Kecamatan Sandubaya, daerah Sweta terdampak, sementara di Kecamatan Mataram, wilayah Pesongoran juga tidak luput dari genangan.

BPBD Kota Mataram merilis data terbaru mengenai dampak bencana banjir yang melanda Kota Mataram pada 6 Juli 2025. Data sementara menunjukkan total 7.676 KK atau sekitar 30.081 jiwa terdampak banjir ini. Selain itu, 11 jiwa dinyatakan luka-luka dan 9 rumah rusak berat, dengan 7.676 rumah terendam.

"Hampir semua kecamatan terkena banjir. Yang paling parah wilayah Cakranegara," ujar Muzakki.

Dampak terparah terjadi di Kecamatan Cakranegara. Di kecamatan ini, total 2.431 KK dengan 9.724 jiwa terdampak.

Kelurahan Kekalik Jaya menjadi yang paling parah di Cakranegara dengan 1.250 KK dan 5.000 jiwa terdampak. Diikuti oleh Karang Pule dengan 950 KK dan 3.800 jiwa.

Di Kecamatan Mataram, beberapa kelurahan juga mengalami dampak signifikan, seperti Pagutan Timur dengan 1 korban luka-luka, dan Mataram dengan 3 korban luka-luka. Sementara itu, di Kecamatan Sandubaya, Kelurahan Bertais mencatat 117 KK terdampak, dan Selagalas dengan 216 KK. Abian Tubuh, meskipun hanya 95 KK terdampak, mencatat 380 jiwa yang terkena dampak. 

Beberapa warga juga dilaporkan mengungsi di berbagai lokasi. Tercatat 24 orang mengungsi di SDN Cakranegara Karang Taliwang, 157 orang mengungsi di Pamotan (Rumah) dan 7 orang mengungsi di Mambalan serta Abian Tubuh.

“Data ini bersifat sementara dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut, terutama untuk kelurahan lainnya,” jelasnya. 

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1606/Mataram Letkol Inf Supriadi yang memimpin langsung kegiatan pembersihan sampah dan puing-puing, menyoroti minimnya pasokan air hingga pukul 08.39 WITA. “Yang menjadi kendala kurangnya bantuan air yang kurang dengan lumpur yang disisakan banjir sampai 10 sentimeter," jelas Letkol Supriadi.

Tebalnya lumpur yang mencapai 10 sentimeter menjadi tantangan besar dalam proses pembersihan. Selain itu, kebutuhan akan alat berat dan armada pengangkut sampah sangat mendesak.

 

SUSAH PAYAH: Seorang pria mencari barangnya di kendaraannya yang hanyut terbawa banjir di Lingkungan Kebon Duren, Kota Mataram, Senin (7/7).
SUSAH PAYAH: Seorang pria mencari barangnya di kendaraannya yang hanyut terbawa banjir di Lingkungan Kebon Duren, Kota Mataram, Senin (7/7).

Letkol Supriadi mengungkapkan, banyak sampah dan puing yang masuk ke dalam rumah warga. “Bahkan ada yang masuk ke dalam rumah sampah-sampahnya," imbuhnya.

Dampak banjir juga menyebabkan kerugian materiil yang signifikan. Dilaporkan ada beberapa kendaraan yang hanyut terbawa arus, meliputi 2 unit mobil pick up, 1 unit sedan, 1 unit BMW, 1 unit Toyota Innova, dan 3 unit sepeda motor. Selain itu, puluhan kendaraan lainnya juga mengalami kerusakan. Barang-barang milik warga di dalam rumah juga banyak yang rusak akibat terendam banjir.

Meskipun demikian, Letkol Supriadi memastikan seluruh warga yang terdampak telah dievakuasi dan berada dalam kondisi aman. “Warga semua sudah dievakuasi dan aman,” pungkasnya. (van/chi/r9)

Editor : Jelo Sangaji
#Kota Mataram #sungai #debit air #Banjir #mobil