Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sewa Bencingah RTH Pagutan Melejit, Target Pendapatan Bakal Dinaikkan

Sanchia Vaneka • Senin, 4 Agustus 2025 | 22:33 WIB

 

INTERAKSI SOSIAL: Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan Kota Mataram yang beberapa waktu ini semakin ramai dikunjungi warga untuk bersantai, jogging, dan sebagainya. 
INTERAKSI SOSIAL: Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan Kota Mataram yang beberapa waktu ini semakin ramai dikunjungi warga untuk bersantai, jogging, dan sebagainya. 


LombokPost – Pendapatan dari sewa Bencingah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan di Mataram menunjukkan kinerja yang luar biasa. Hingga pertengahan tahun ini, pendapatan yang terkumpul sudah melampaui target awal sebesar Rp 50 juta, bahkan mencapai Rp 53 juta.

Pencapaian ini mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram untuk menaikkan target pendapatan. Kepala DLH Nizar Denny Cahyadi, mengatakan bahwa melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, pihaknya berani meningkatkan target penyewaan menjadi Rp 75 juta hingga akhir tahun. Ini adalah tahun pertama Bencingah RTH Pagutan secara resmi disewakan.

Tarif sewa Bencingah RTH Pagutan sangat terjangkau, yaitu Rp 3,5 juta sekali pakai. Tarif ini berlaku untuk semua jenis acara, mulai dari resepsi pernikahan, kegiatan kemasyarakatan, hingga acara lainnya. Tarif tersebut sudah termasuk layanan kebersihan dan keamanan selama acara berlangsung, memastikan kenyamanan bagi para penyewa.

Denny menjelaskan bahwa pendapatan dari penyewaan ini tidak masuk ke kas daerah, melainkan digunakan untuk menunjang operasional dan pemeliharaan RTH Pagutan. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas publik tersebut.

Di tengah tingginya permintaan, DLH menghadapi kendala terkait jumlah petugas kebersihan. Dengan luas RTH Pagutan yang mencapai 8,6 hektare, saat ini hanya ada 5 petugas kebersihan, padahal kebutuhan idealnya adalah 20 orang. DLH telah mengusulkan penambahan 5 petugas baru untuk mengatasi masalah ini. 

Selain itu, Koordinator RTH Pagutan, Akhir Suryanto, juga mengeluhkan kekurangan tenaga untuk perawatan taman. Saat ini, hanya ada 6 petugas, padahal idealnya dibutuhkan 10 orang.

Untuk pengelolaan parkir, DLH bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram untuk memastikan area parkir tertata rapi. Akhir menambahkan, RTH Pagutan sedang ramai pengunjung dalam beberapa bulan terakhir, kemungkinan karena lokasi ini viral di media sosial.

"Ya, mungkin lagi viral ya. Dan memang nyaman," tutupnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#RTH Pagutan #DLH MATARAM