LombokPost – Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya, Kota Mataram, sempat menimbulkan kendala dalam proses pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat.
Masalah ini disebabkan kerusakan pada alat berat yang bertugas memindahkan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi menjelaskan, alat berat itu berfungsi vital memindahkan sampah dari TPST ke dalam dump truck.
Karena rusak, proses pemindahan dilakukan secara manual, yang jauh lebih lambat dan memakan waktu.
“Alat berat kita di sana rusak,” ucapnya.
Oleh karenanya pengangkutan belum bisa maksimal ke TPA. Sementara cara manual berat dan butuh waktu lama.
Baca Juga: TPST Sandubaya Belum Bisa Diandalkan, Saatnya Kosongkan Tabungan Sampah
“Kami prioritaskan perbaikan dulu,” tambahnya.
Kerusakan alat berat ini sudah terjadi sekitar sepekan.
Denny menyebut perbaikannya memakan waktu karena beberapa suku cadang harus dipesan dari luar daerah.
“Ada baut yang memang tidak tersedia di Mataram, makanya kita pesankan, dan itu butuh waktu,” ujarnya.
Meskipun prosesnya terganggu, Denny memastikan tumpukan sampah di TPST tidak membengkak secara signifikan.
Sampah yang masih menumpuk adalah sisa yang belum sempat terangkut.
“Sekarang tinggal sekitar 20 ton sisa sampah yang masih kita benahi,” ungkapnya.
Selain masalah alat berat, pengangkutan sampah juga sempat terhambat karena akses jalan menuju TPA Kebon Kongok ditutup warga untuk acara lokal.
Denny mengatakan, hal itu memaksa truk sampah harus memutar lebih jauh.
“Biasanya tiga ritase sehari, kemarin hanya bisa dua ritase,” jelasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Persampahan DLH Kota Mataram Vidi Partisan Yuris Gamanjaya memastikan, perbaikan alat berat tersebut kini telah selesai.
“Alat berat milik DLH di TPST konvensional Sandubaya sudah selesai diperbaiki, segera kita akan gunakan lagi,” kata Vidi.
Selain perbaikan alat berat, DLH juga memanfaatkan waktu ini, untuk membenahi jalan masuk di area TPST agar bisa dilalui alat insinerator.
“Masih bisa masuk insinerator sekarang, jadi kita sambil benahi jalannya juga,” tuturnya.
Ia optimistis, dengan selesainya perbaikan alat berat, pengangkutan sampah akan segera kembali normal.
“Sebentar lagi alat berat selesai diperbaiki, setelah itu, pengangkutan sampah bisa kembali seperti biasa,” pungkasnya. (chi/r9)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post