Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Proyek IPAL Komunal Dieksekusi Tahun Depan, Didanai oleh Asian Development Bank (ADB)

Lombok Post Online • Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:38 WIB

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning jelaskan Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) atau IPAL Komunal di Kota Mataram akan segera memasuki tahap eksekusi fisik
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning jelaskan Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) atau IPAL Komunal di Kota Mataram akan segera memasuki tahap eksekusi fisik
 

LombokPost - Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) atau IPAL Komunal di Kota Mataram akan segera memasuki tahap eksekusi fisik.

Proyek yang digagas sebagai solusi komprehensif mengatasi pencemaran lingkungan ini dijadwalkan mulai pengerjaan fisiknya pada tahun 2026 mendatang.

Pengerjaan diperkirakan sudah mulai bisa tahun depan.

"Ya, untuk tahun depan sudah bisa mulai eksekusi,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning, Rabu (20/8). 

Lale memastikan proses lelang untuk pengerjaan fisik proyek SPAL DT ini sedang berlangsung, sementara lelang untuk konsultan sudah rampung.

Menurutnya, jika tidak ada aral melintang, penandatanganan kontrak untuk proyek fisik ini akan dilakukan pada bulan Maret tahun depan.

Lale menjelaskan proses ini sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah pusat dan tidak dapat diintervensi oleh pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan tidak ada perubahan, kita tidak bisa mengintervensi karena ini murni proyek dari pusat, pemenang lelangnya ditargetkan di Maret tahun depan,” tambahnya. 

Proyek SPAL DT ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi pencemaran air tanah, sungai, dan sumber mata air akibat limbah domestik.

Dengan sistem ini, pengelolaan air limbah diharapkan menjadi lebih berkelanjutan, sehingga kelestarian lingkungan dan sumber daya air tetap terjaga.

Secara teknis, proyek ini menghubungkan septic tank warga langsung ke jaringan pipa yang mengalirkan limbah ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dengan demikian, warga tidak perlu lagi melakukan penyedotan limbah.

“Ilustrasinya seperti pipa PDAM, kalau ini, dari tangki septic tank kita masuk ke jaringan pipa langsung masuk ke IPAL,” jelasnya.

Anggaran untuk proyek ini sangat fantastis. Lale memperkirakan sekitar Rp 400 miliar, sementara untuk jaringan pipa dibagi menjadi dua, masing-masing senilai Rp 200 miliar.

Seluruh nominal tersebut didanai oleh Asian Development Bank (ADB). Anggaran keseluruhan proyek ini memang mencapai triliunan rupiah, namun untuk saat ini, pembangunan akan difokuskan pada tahap pertama.

“Itu untuk keseluruhan, tapi untuk sekarang tahap pertama dulu,” katanya.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Pengerjaan tahap pertama akan mencakup area Kota Mataram bagian barat, meliputi kawasan Bintaro, Dayan Peken, Ampenan Utara, Ampenan Selatan, Tanjung Karang, dan Tanjung Karang Permai. Sementara itu, untuk wilayah lainnya, akan dikerjakan secara bertahap.

Meskipun demikian, lahan untuk IPAL sudah dipastikan dapat menampung seluruh limbah domestik dari wilayah Kota Mataram. “Yang jelas, lahan untuk IPAL-nya sendiri sudah disiapkan untuk seluruh Kota Mataram,” pungkasnya.

Sedangkan untuk rumah pompa akan dibangun di Taman Jangkar Ampenan. Rumah pompa itu berfungsi menyedot dan mendorong ketika sistem gravitasi tidak bisa menjangkau elevasi jaringan. 

Lale menyebut, tahap pertama proyek ini menyasar 4.000 kepala keluarga (KK), termasuk pelaku usaha dan hotel. Setelah itu, Pemkot Mataram akan melanjutkan program ini dengan target 9.500 KK, sehingga total IPAL komunal akan melayani 13.500 KK.

Namun, untuk 9.500 KK tambahan, Lale menjelaskan akan diupayakan melalui dana alokasi khusus (DAK) atau instruksi presiden (inpres). "Intinya, target 9.500 KK tersebut tidak masuk dalam proyek Rp 1 triliun itu," tegasnya.

Terkait retribusi, Lale memastikan akan ada pembahasan lebih lanjut. Ia menjamin nilainya tidak akan memberatkan masyarakat dan jauh lebih murah dibanding biaya penyedotan tangki septik.

“Kemungkinan retribusi hanya sekitar Rp 5.000-Rp 10.000 per bulan, dan itu semua limbah cair dan padat masyarakat ditangani langsung di IPAL komunal tersebut,” jelasnya. (chi/r9)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Pujo Nugroho
#komunal #bank #Proyek #ipal #Mataram