LombokPost – Kota Mataram melangkah lebih jauh dalam diplomasi budayanya.
Setelah menjadikan Taman Hiburan Loang Baloq sebagai arena Colosseum untuk panggung tetap pertarungan peresean, kepastian kegiatan selanjutnya akan dilaksanakan setiap bulan, sebagai daya tarik wisata budaya unggulan kota.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, menyebut langkah ini sebagai transformasi besar dalam strategi pariwisata daerah.
“Mulai tahun ini, peresean tidak lagi musiman, setiap bulan akan ada pertunjukan di Loang Baloq,” katanya, Selasa (7/10).
Saat ini pembahasan teknis sedang berlangsung. Mulai dari konsep acara, pekan penyelenggaran di setiap bulannya, pelibatan paguyuban yang akan bartanding, dan hal teknis lain terkait penjurian.
Sebagai informasi, pagelaran perdana telah berlangsung pada Selasa 19 Agustus lalu, dalam rangka HUT ke-32 Kota Mataram dan langsung menyedot ratusan penonton. Tribun penuh, sorak sorai membahana, dan pepadu—para pendekar rotan—bertarung di tengah atmosfer ala colosseum.
Langkah menjadikan taman ini sebagai arena rutin bukan sekadar penguatan identitas budaya, tetapi strategi jangka panjang memperkuat citra Mataram sebagai kota wisata berbasis warisan.
“Kita ingin Loang Baloq menjadi rumah budaya yang hidup, bukan sekadar panggung nostalgia,” tambah Cahya.
Konsep ini bertujuan menyatukan nilai sejarah, pertunjukan, hiburan publik, persaudaraan, dan peluang ekonomi dalam satu paket atraksi. “Peresean sedang naik daun. Saatnya kita menjadikannya identitas wisata yang hidup dan berkelanjutan,” ucap Cahya.
Rencana presean rutin setiap bulan ini disambut baik sejumlah pihak. Ketua Pokdarwis Tanjung Samudra Thamrin, mencatat parkir penuh, tiket masuk laris, dan perputaran uang tinggi selama pertunjukan perdana. “Ini bukti budaya bisa menjadi peluang ekonomi,” ujarnya.
Selain pertunjukan tradisional, Thamrin juga berencana melanjutkan arena ekshibisi bertajuk “Melet Laloq”, arena pertarungan gaya boxing sebagai wadah ekspresi anak muda.
Perpaduan tradisi dan kontemporer ini membuat Loang Baloq tak hanya relevan bagi wisatawan, tapi juga generasi baru.
“Kita tengah siapkan kebutuhannya,” ucapnya. (zad/r9)
Editor : Pujo Nugroho