LombokPost – Pemerintah Kota Mataram terus memperkuat kolaborasi dengan lembaga zakat untuk memperluas dampak sosial bagi masyarakat. Melalui sinergi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram, ratusan warga kembali menerima bantuan dari tiga program unggulan, yakni Mataram Peduli, Mataram Sejahtera, dan Mataram Cerdas.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram, dihadiri Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Ketua Baznas Kota Mataram H. Djaswad, serta sejumlah pejabat dan mitra.
Dalam sambutannya, Wali Kota Mohan menekankan pentingnya pengelolaan dana zakat secara profesional dan transparan. “Pengelolaan zakat harus aman secara syar’i, aman secara regulasi, dan tetap dalam bingkai NKRI. Pengelolaan yang amanah akan menciptakan harmonisasi sosial dan meningkatkan kepercayaan publik,” ujarnya, Kamis (6/11).
Ia memuji komitmen Baznas yang terus menjaga integritas dan kredibilitas dalam menyalurkan dana umat. “Saya berterima kasih kepada Pak Djaswad dan seluruh jajaran Baznas yang telah menjaga profesionalitas dan kepercayaan publik. Amanah ini sangat berharga bagi masyarakat,” ucapnya.
Wali Kota berharap sinergi pemerintah dan Baznas terus diperkuat agar manfaat zakat semakin luas dan berkelanjutan. “Zakat adalah instrumen sosial yang nyata dalam membangun keadilan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Mohan.
Di hadapan para undangan, Ketua Baznas Kota Mataram H. Djaswad memaparkan capaian penerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tahun 2025 yang telah melampaui target nasional. “Target penerimaan tahun ini sebesar Rp 6,5 miliar dan hingga awal November telah tercapai Rp 6,62 miliar atau 101 persen,” ungkapnya bangga.
Djaswad menjelaskan, keberhasilan tersebut tak lepas dari dukungan Pemerintah Kota Mataram dan partisipasi muzaki yang semakin tinggi. Menariknya, sebagian bantuan bahkan disalurkan berdasarkan laporan masyarakat melalui media sosial.
“Ada laporan terkait lansia terlantar di Karang Bagu dan beberapa rumah tidak layak huni di Monjok. Semua langsung kami tindak lanjuti bersama camat dan lurah,” katanya.
Program Mataram Peduli menyalurkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 10 unit serta bantuan untuk 350 guru honorer non-sertifikasi madrasah Raudhatul Athfal. Sementara program Mataram Sejahtera memberikan 24 unit gerobak usaha dan modal bagi pedagang kecil hasil kolaborasi Baznas dengan Bank NTB Syariah dan Baznas Provinsi NTB.
Adapun program Mataram Cerdas berfokus pada pendidikan, di antaranya Beasiswa Berprestasi “Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS)” untuk 20 penerima serta bantuan perbaikan sanitasi di 31 sekolah dan madrasah.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin