Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Seleksi Ketat! Begini Cara 41 ASN Mataram Berebut Kenaikan Pangkat

Lalu Mohammad Zaenudin • Kamis, 13 November 2025 | 07:30 WIB
Petugas BKPSDM Kota Mataram melakukan proses registrasi peserta sebelum pelaksanaan Ujian Dinas di lingkungan BKN Mataram.
Petugas BKPSDM Kota Mataram melakukan proses registrasi peserta sebelum pelaksanaan Ujian Dinas di lingkungan BKN Mataram.

LombokPost – Sebanyak 41 ASN Pemkot Mataram mengikuti Ujian Dinas Tingkat I dan II yang digelar di UPSCPKP BKN Mataram. Ujian dirancang menggunakan standar kompetensi yang berbeda sesuai jenjang kenaikan pangkat.

 

Kepala BKPSDM Kota Mataram Taufik Priyono menyebut ujian dinas menjadi pintu seleksi yang memastikan setiap ASN memenuhi kompetensi struktural. “Ini bagian dari pembinaan karier yang berintegritas,” ujarnya, Rabu (12/11).

 

Tahapan ujian dibagi dua sesi. Pukul 08.00–10.00 digelar Ujian Tingkat II dengan 12 peserta yang berasal dari beberapa sektor teknis dan instansi vertikal. Sesi kedua pukul 10.00–12.00 diikuti 29 ASN peserta Tingkat I.

Taufik mengatakan sistem berjenjang ini diperlukan agar penilaian kompetensi lebih terukur. “Kenaikan pangkat harus mengacu pada standar nasional,” tegasnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa ujian dinas bukan sekadar persyaratan administratif. “ASN harus siap dengan perubahan regulasi dan tuntutan kerja yang semakin kompleks,” katanya.

 

Kabid Mutasi, Promosi, dan Evaluasi Kinerja BKPSDM Kota Mataram Ahmad Mujahidin menjelaskan ketentuan teknis ujian setiap tingkat. “Untuk tingkat I, ujian ini menjadi syarat naik pangkat dari II/d ke III/a dan dari I/d ke II/a,” jelasnya.

Untuk Tingkat II, kenaikan pangkat berlaku dari III/d ke IV/a dengan standar penilaian lebih tinggi. “Soal dan metodenya menyesuaikan jenjang jabatan dan kompetensi teknis,” kata Mujahidin.

 

Ia menambahkan usia masa kerja menjadi pertimbangan peserta memilih jalur ujian dibanding pendidikan lanjutan. “Banyak peserta memenuhi masa kerja tiga sampai empat tahun sehingga mengambil jalur ini,” ujarnya.

 

Pada Ujian Tingkat II, peserta harus menulis makalah dan mengikuti wawancara untuk mengukur kemampuan teknis. “Seluruh penilaian terekam dalam sistem dengan passing grade tertentu,” jelasnya.

Ia memastikan ujian tingkat I dilakukan berbasis komputer agar hasil lebih akurat. “Setiap jawaban terekam langsung ke sistem BKN sehingga hasilnya objektif,” tutupnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #ASN #BKN #Ujian Dinas #BKPSDM