LombokPost — Pemasangan panel ACP mulai mengubah tampilan Gedung Kantor Wali Kota Mataram yang baru.
Struktur yang sebelumnya hanya tampak sebagai rangka baja, kini mulai menunjukkan bentuknya.
Bagi masyarakat yang lalu-lalang di Jalan Simpang Tiga, perubahan ini cukup mencolok. Banyak pengendara terlihat memperlambat laju untuk melihat perkembangan terbaru.
“Begitu ACP mulai naik, fasad bangunan langsung terbaca, warga bisa melihat bahwa progresnya sudah jauh,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning, kemarin (24/11).
Ia menjelaskan fase pemasangan ACP memang menjadi titik perubahan yang paling mudah dibaca publik.
Menurut laporan mingguan proyek (periode 12–18 November 2025), progres pekerjaan kini mencapai 85,08 persen, melampaui rencana progres yang ditetapkan 77,65 persen.
“Deviasinya tercatat positif di angka 7,43 persen,” terangnya.
Dengan fasad yang makin terbentuk, publik mulai bisa membayangkan seperti apa wujud akhir kantor pemerintahan baru ini.
“Itu memberi sinyal gedung ini sudah mendekati bentuk finalnya,” kata Lale.
Dalam beberapa minggu ke depan, pemasangan ACP diperkirakan akan menampilkan wujud lengkap bangunan dari sisi luar.
“Jadi bentuk riilnya mulai terlihat,” ucapnya.
Kabid Cipta Karya L. M. Zuhri Muslim, menjelaskan finishing fasad hanyalah satu bagian dari rangkaian pekerjaan besar yang sedang digarap bersamaan.
Dalam minggu ke-28 ini saja, ada lebih dari 12 aktivitas konstruksi berjalan paralel.
“Seperti pemasangan granit lantai 1, 2, dan 3, kemudian pengecatan dinding fasad lantai 1–3,” terangnya.
Berikutnya, pengecatan dinding dan plafon, instalasi hydrant landscape, pemasangan ACP fasad dan rangka CW, pekerjaan pylon transom.
Ada juga pekerjaan kabel DAK power house, kolam koi, rel separator lift.
“Juga pengerjaan plesteran railing tangga void, hingga pemasangan bata pagar depan dan DPT,” terangnya.
Menurut Zuhri hal inilah yang membuat progresnya cepat terlihat.
“Banyak pekerjaan berjalan bersamaan, dan tim di lapangan bergerak di banyak titik,” jelasnya.
Jumlah tenaga kerja aktif saat ini terdiri dari 4 pelaksana, 13 mandor, 114 pekerja, dan 2 petugas K3.
“Koordinasinya memang harus ketat karena ritme pekerjaannya padat dan paralel,” tambahnya.
Data teknis proyek juga menunjukkan pekerjaan sudah memasuki fase akhir.
Dengan durasi kontrak 239 hari, pelaksanaan hingga pekan ini telah menghabiskan 196 hari kerja.
“Menyisakan 43 hari menuju penyelesaian,” ucapnya.
Kontrak pembangunan tercatat ditandatangani pada 16 Mei 2025, dengan penyedia jasa PT. Damai Indah Utama, dan masa pemeliharaan 180 hari setelah selesai.
“Fokus kami sekarang memastikan semua finishing dikerjakan presisi. Ini gedung pemerintahan besar, ruang pelayanannya harus nyaman dan rapi,” tekannya.
Dokumentasi lapangan menunjukkan beberapa titik yang kini mulai tampak signifikan.
Antara lain, pekerjaan ACP fasade yang hampir menutup seluruh sisi utama; Pylon transom dan kaca fasad yang mulai terpasang; Struktur baja ACP di rooftop yang sudah berdiri.
Berikutnya, pekerjaan granit tangga lantai 3; Pemasangan sanitary; Peninggian tanah landscape menggunakan excavator.
“Dan pemasangan pagar depan yang sudah terlihat bentuknya,” paparnya.
Pekerjaan-pekerjaan di dalam gedung juga menunjukkan kemajuan.
“Seperti pemasangan exhaust fan, sealer plafon, dan granit lantai di beberapa ruangan,” pungkasnya. (zad/r9)
Editor : Kimda Farida