LombokPost – Angin segar mulai berhembus di markas PSSI. Setelah sebulan lebih bergulat dengan kekosongan kursi pelatih kepala Timnas Indonesia pasca pemecatan dramatis Patrick Kluivert, akibat kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026, bursa transfer pelatih kini memanas seperti final Liga Champions.
Nama-nama besar dari Eropa dan Amerika Utara bertebaran, tapi dua figur paling mencuri perhatian: Giovanni van Bronckhorst, sang arsitek Belanda yang punya darah Nusantara, dan John Herdman, jenius Kanada yang pernah bangkitkan Maple Leafs dari keterpurukan.
Siapa yang akan jadi penerus Kluivert?
PSSI, yang sedang buru-buru menyiapkan skuad Garuda untuk laga internasional Maret 2026, tampaknya sudah punya daftar pendek.
Bayangkan ini: Van Bronckhorst, pria kelahiran Rotterdam berusia 50 tahun itu, kini duduk di pinggir lapangan Anfield sebagai tangan kanan Arne Slot di Liverpool. Baru lima bulan bergabung sejak Juli 2025, ia sudah jadi tulang punggung strategi The Reds.
Ayahnya berdarah Molukia, dan skuad Garuda sendiri dipenuhi pemain keturunan Belanda seperti Jay Idzes atau Maarten Paes yang pernah ia latih secara tak langsung lewat jaringan Eropa. “Ini bukan sekadar pelatih, tapi jembatan budaya,” kata seorang pengamat sepak bola Indonesia, Jaya Hartono, mantan bek Timnas era 80-an.
“Gio masih muda, ambisius, dan punya energi besar untuk bangun tim dari nol,” imbuhnya.
Media Turki Halk TV bahkan sudah spekulatif: “Van Bronckhorst tinggalkan Liverpool dan jadi pelatih tim nasional.”
Tapi, bursa ini tak berjalan mulus tanpa saingan sengit. Masuklah John Herdman, mantan pelatih Timnas Kanada yang baru saja lengser setelah membawa negaranya ke Piala Dunia 2022 untuk pertama kalinya dalam 36 tahun.
Pria asal Inggris berusia 49 tahun ini disebut sudah diwawancarai PSSI di Eropa, bukan untuk gantikan Van Bronckhorst di Liverpool, tapi langsung untuk kursi panas Garuda.
Baca Juga: Timur Kapadze Gagal Merapat, PSSI Putar Arah ke Eropa: Belanda Jadi Opsi Lagi?
“Mantan Pelatih Kepala Kanada, John Herdman, telah diwawancarai untuk posisi tersebut,” lanjut Sheth dalam cuitannya yang viral.
Media Belanda Voetbalzone bahkan nyeletuk: Herdman adalah “pesaing berat” Gio, berkat prestasinya yang “gila” dari juara CONCACAF Nations League hingga transformasi Kanada jadi kekuatan Amerika Utara.
Prosesnya? Tim PSSI, dipimpin direktur teknis Alexander Zwiers, plus Muhammad dan Endri Erawan, sudah terbang ke Eropa pekan ini untuk sesi wawancara langsung. “Beberapa calon pelatih sudah diinterview di sana (Eropa),” ungkap sumber internal PSSI, seperti yang dikutip Okezone.
Daftar pendek kini mengerucut ke lima nama: Van Bronckhorst dari Belanda, Herdman dari Inggris/Kanada, Jesus Casas dari Spanyol, plus dua lainnya yang masih dirahasiakan.
“Kita tidak buru-buru, tapi harus tepat. Hasil interview yang bicara,” kata Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, santai tapi tegas.
Liverpool? Mereka disebut tak akan halangi jika Gio berminat, malah sudah siapkan negosiasi.
Sementara itu, di X (sebelumnya Twitter), warganet ramai. “Gio atau Herdman? Yang penting bawa Garuda ke Piala Asia minimal semifinal!” cuit @adiyks, jurnalis bola yang rajin klarifikasi rumor.
Ada pula yang bandingkan gaji: Gio konon tembus €3 juta per tahun di Liverpool, sementara Herdman lebih “terjangkau” di €1,5 juta, beda langit dan bumi, tapi prestasi Herdman tak kalah kinclong.
Apapun pilihannya, satu hal pasti: PSSI butuh pelatih yang tak hanya taktikal, tapi juga visioner. Dengan SEA Games 2025 dan kualifikasi Piala Asia di depan mata, Garuda tak boleh lagi tersandung.
Van Bronckhorst dengan sentuhan Belanda-nya, atau Herdman dengan keajaiban Kanada-nya? Jawabannya mungkin keluar pekan ini.