LombokPost – Untuk mendukung skema baru Orang Tua Asuh, Dinas Kesehatan Kota Mataram berencana membuat pilot project di wilayah Karang Pule dengan menggandeng pengusaha emas, mutiara, dan donatur dari kawasan Sekarbela.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Emirald Isfihan mengatakan, koordinasi dengan lurah dan camat akan dilakukan untuk meyakinkan calon orang tua asuh.
“Inilah yang menjadi peran kita nanti untuk berkoordinasi dengan teman wilayah masing-masing dengan lurah, dengan camat tentunya kita akan mencoba membuatkan pilot project mungkin kalau saya, kalau berpikir di Karang Pule ini adalah tempat untuk memulai tentunya banyak donator-donator kita dari Sekarbela para pengusaha-pengusaha emas, mutiara,” kata dr. Emirald.
Selain itu, Dinkes juga tengah menyiapkan rekening khusus stunting bekerja sama dengan Bank NTB untuk menampung donasi dalam bentuk uang. Menurut perhitungannya, satu anak stunting membutuhkan biaya sekitar Rp 1,5 juta per bulan untuk satu periode penanganan.
“Sebenarnya tidak terlalu besar kalau mau diikhtiarkan dengan bentuk seperti itu, cuma kan kita hati-hati dengan masalah pendana ini karena kita harus jelas siapa dan bagaimana transparansinya,” tegasnya.
dr. Emirald juga mengusulkan pemberian reward atau penghargaan bagi orang tua asuh yang aktif agar semakin termotivasi. Ia menekankan penanganan stunting berbasis faktor sosial-ekonomi ini menjadi ranah intervensi sensitif yang akan disusun bersama tim percepatan penurunan stunting nasional.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin