Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengurus LKKS Kota Mataram Dilantik, Wali Kota Berharap Mampu Bekerja Penuh Keikhlasan, Integritas, dan Komitmen

Rosmayanthi • Jumat, 5 Desember 2025 | 06:05 WIB

Pengurus LKKS Kota Mataram dilantik, Wali Kota berharap mampu bekerja penuh keikhlasan, integritas, dan komitmen.
Pengurus LKKS Kota Mataram dilantik, Wali Kota berharap mampu bekerja penuh keikhlasan, integritas, dan komitmen.
LombokPost - Sekretaris Daerah, mewakili Wali Kota Mataram, melantik pengurus Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LK2S) Kota Mataram yang dinahkodai Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, S.Sos., Kamis (4/11) di Aula Lantai 3 Kantor Pemkot Mataram.

Acara pelantikan dihadiri sejumlah Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kota Mataram serta Ketua LK2S Kota Mataram beserta jajaran pengurus.

Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos, M., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda menyampaikan ucapan selamat kepada Pengurus LK2S Kota Mataram yang baru saja dikukuhkan.

"Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan, integritas, dan komitmen untuk menghadirkan pelayanan sosial yang lebih inklusif bagi seluruh warga Kota Mataram," sebut Mohan.

Mohan menilai pelantikan ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk memperkuat kolaborasi dalam menangani berbagai persoalan kesejahteraan sosial. 

LK2S merupakan mitra strategis pemerintah daerah yang selama ini berperan langsung dalam menjembatani berbagai program sosial, terutama yang menyasar kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, anak terlantar, keluarga miskin, dan termasuk anak-anak yang mengalami stunting.

Sebagai Walikota, Mohan memandang bahwa tantangan sosial di Kota Mataram semakin dinamis. 

"Penduduk kita tumbuh, kebutuhan masyarakat makin beragam, sementara kita dituntut untuk memastikan seluruh program berjalan berkesinambungan, tepat sasaran, dan berdampak langsung," nilai Mohan.

Ia bersyukur, upaya bersama antara pemerintah daerah, kader posyandu, PKK, organisasi sosial, dan tentu saja LK2S, telah menunjukkan hasil menggembirakan. Kini Kota Mataram memiliki catatan positif dalam penurunan stunting. 

 Baca Juga: Cek BLT Kesra Cair Tahap Akhir Melalui HP Sekarang! Masih Ada 7 juta Calon Penerima yang Belum Disalurkan

Berdasarkan data terbaru Oktober 2025, prevalensi stunting di kota kita kini hanya 5,8 persen, angka yang terus membaik dari tahun-tahun sebelumnya.

"Beberapa tahun lalu, Mataram sempat mencatat lebih dari 3.700 balita stunting. Namun berkat kerja keras seluruh pihak, jumlah tersebut kini turun drastis dan tersisa sekitar 1.200 sampai 1.500 anak. Ini adalah capaian luar biasa yang harus kita syukuri, tetapi sekaligus pengingat bahwa pekerjaan kita belum selesai," ucap Mohan.

Dan penanganan stunting hanyalah satu bagian dari ekosistem besar kesejahteraan sosial. Masih harus memperkuat layanan bagi penyandang disabilitas, memperluas jangkauan bagi lansia terlantar, menurunkan angka kemiskinan ekstrem, dan memastikan tidak ada warga Kota Mataram yang tertinggal dari akses bantuan maupun layanan sosial.

"Karena itu, saya menaruh harapan besar kepada Pengurus LK2S yang baru dilantik. Ke depan, LK2S dapat lebih aktif menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat," harap Mohan. 

Peran advokasi, pendataan, edukasi, hingga penguatan kapasitas lembaga sosial di akar rumput sangat dibutuhkan. 

"Pemerintah Kota Mataram membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, baik dalam perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, maupun monitoring dan evaluasi bersama," tegas Mohan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan jejaring sosial yang kuat, lintas sektor, dan lintas komunitas. 

"LK2S harus menjadi simpul utama dari jejaring tersebut, menggerakkan, memotivasi, sekaligus memastikan bahwa program perlindungan dan pelayanan sosial benar-benar hadir sampai ke tingkat keluarga," pinta Mohan.

Sementara itu, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana usai dilantik sebagai Ketua bersama 23 orang pengurus LK2S. 

Ia berharap, LK2S, TP PKK, TP Posyandu dan yang lainnya bersatu padu untuk melihat titik-titik mana yang belum tersentuh oleh pemerintah secara maksimal dalam kesejahteraannya. 

"Beberapa permasalahan sosial seperti kemiskinan ekstrim, lansia, disaabilitas, pekka (perempuan kepala keluarga) akan menjadi bidikan LK2S dalam meningkatkan kesejahteraan dan perbaikan ekonominya," ucap Hj Kikin sapaan akrab Hj. Kinnastri.

Usai pengukuhan pengurus LK2S, acara dilanjutkan dengan Rakor Tim Pembina Posyandu Kecamatan dan Kelurahan serta Kampanye Germas Aktifkan Posyandu yang dihadiri ratusan Kader Posyandu se Kota Mataram.

Ketua TP Posyandu Kota Mataram Hj. Kinnastri Mohan Roliskana menyambut baik Rakor ini karena ia menilai kegiatan tersebut sangat penting untuk menyamakan satu visi tentang Posyandu saat ini.  

Diungkapkan Hj Kikin, konsep Posyandu Keluarga di Mataram yang selama ini fokus pada kesehatan anak balita, remaja dan lansia, telah bergeser menjadi Posyandu yang melaksanakan 6 Standar Pelayanan Minimal dengan melibatkan bidang Kesehatan, Pendidikan , Pekerjaan Umum, Perumahan rakyat, Sosial, Ketertiban, Umum dan Perlindungan Masyarakat. 

Acara pelantikan dihadiri sejumlah Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kota Mataram serta Ketua LK2S Kota Mataram beserta jajaran pengurus.
Acara pelantikan dihadiri sejumlah Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kota Mataram serta Ketua LK2S Kota Mataram beserta jajaran pengurus.

"Posyandu menjadi bagian terpenting dalam upaya penurunan angka stunting di Kota Mataram yang saat ini berada di angka 5,84%," tegas Hj Kikin.

Sebagai Lembaga baru yang belum didukung pendanaan maksimal, Hj Kikin merasa yakin pelaksanaan Posyandu dengan 6 SPM dapat berjalan dengan baik. 

"Kami tetap optimis, bergandengan tangan dengan banyak pihak", ujarnya. 

Ia berharap seluruh pengurus terus berinovasi dalam melaksanakan kegiatan Posyandu. 

Dalam Rakor Posyandu Kota Mataram Hj Kikin juga memberikan penghargaan kepada para kader Posyandu yang telah melewati sejumlah uji kompetensi. 

Rakor Tim Pembina Posyandu Kecamatan dan Kelurahan serta Kampanye Germas Aktifkan Posyandu yang dihadiri ratusan Kader Posyandu se Kota Mataram.
Rakor Tim Pembina Posyandu Kecamatan dan Kelurahan serta Kampanye Germas Aktifkan Posyandu yang dihadiri ratusan Kader Posyandu se Kota Mataram.

Ada 25 kecakapan yang harus dimiliki oleh kader. Di Kota Mataram terdapat 2424 orang kader dan 1029 diantaranya sudah melalui asesment dengan hasil 358 kategori Purwa, 148 madya dan 61 orang kader dengan kategori utama.

Editor : Siti Aeny Maryam
#LK2S