LombokPost - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram memastikan ketersediaan pasokan gas elpiji menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Stok elpiji 3 kilogram (Kg) dipastikan aman hingga akhir tahun, didukung dengan koordinasi intensif bersama distributor dan pangkalan.
“Untuk ketersediaan stok elpiji kita alhamdulillah aman. Untuk tahun ini sampai akhir tahun kami sudah koordinasi dengan Pertamina juga dan beberapa agen,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram Sri Wahyunida.
Nida menjelaskan, Kota Mataram memiliki kuota elpiji 3 Kg sebesar 18.054 Metric Ton (MT) untuk tahun 2025. Realisasi sampai dengan November ini sudah 17.360 MT.
“Yang sisanya ini akan aman sampai akhir tahun,” ucapnya.
Disdag Mataram telah memulai langkah antisipasi dengan menggelar rapat koordinasi bersama para distributor.
Rencananya, koordinasi akan dilanjutkan dengan mengundang agen dan pangkalan di minggu kedua bulan Desember untuk memetakan kondisi riil di lapangan.
Sebanyak lima distributor sudah diundang dalam pertemuan awal tersebut.
“Pangkalan nanti yang untuk mewakili bagaimana kondisi untuk di lapangan,” jelasnya.
Baca Juga: Realisasi Retribusi Pasar Mataram 'Zona Kuning', Disdag Mataram Genjot Kinerja 50 Juru Pungut
Meski demikian, Disdag tidak ingin lengah. Peningkatan permintaan pada akhir tahun, meskipun tidak setinggi momen hari raya besar seperti Maulid atau Lebaran, tetap diantisipasi.
Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait persiapan extra doping atau pasokan tambahan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan.
“Jangan kita lengah. Karena bagaimanapun kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Pertamina terkait dengan extra doping sudah disiapkan juga,” tambahnya.
Tambahan pasokan ini menjadi pelajaran penting dari pengalaman tahun sebelumnya, di mana Pertamina menyiapkan ribuan tabung ekstra untuk menanggulangi kekurangan.
Koordinasi yang dilakukan saat ini juga mencakup pembahasan kuota elpiji untuk tahun 2026.
Hal ini untuk memastikan kuota tahun depan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang meningkat, sehingga kelangkaan seperti yang pernah terjadi dapat dihindari.
“Kita juga mau sekiranya untuk kuota kita kemarin 2025 ini apakah kita mau samakan dengan 2026, itu sih koordinasi salah satu koordinasi kita. Supaya jangan kita antisipasi kayak kemarin yang terjadi kelangkaan elpiji,” tandasnya.
Editor : Marthadi