Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Generasi Baru DWP Mataram Belajar dari yang Terbaik: Kunjungi 3 Senior di Hari Spesial

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 9 Desember 2025 | 06:40 WIB

Rombongan Dharma Wanita Persatuan Kota Mataram berkunjung ke kediaman para mantan ketua DWP sebagai bentuk penghormatan lintas generasi, Rabu (3/12).
Rombongan Dharma Wanita Persatuan Kota Mataram berkunjung ke kediaman para mantan ketua DWP sebagai bentuk penghormatan lintas generasi, Rabu (3/12).

Anjangsana ini menjadi ruang mengenang jejak pengabdian para perempuan. Di samping itu sebuah cara penuh makna  menguatkan fondasi DWP lintas generasi.

----


PAGI itu, rumah-rumah para mantan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Mataram kembali ramai oleh suara tawa dan sapaan hangat. Rombongan DWP yang dipimpin Ketua DWP Kota Mataram Hj. Lale Rasminingsih Alwan Basri, datang membawa bingkisan sederhana.

“Ini hanya bingkisan sederhana, lebih penting dari itu kami membawa ingatan, rasa hormat, dan penghargaan kepada para perempuan yang pernah menjadi nakhoda organisasi,” ungkap Lale, Rabu (3/12).

Lale menegaskan ini bukan cuma datang bertamu dan bersilaturahmi. “Ini cara kami merawat jejak pengabdian para pendahulu,” tuturnya.

Anjangsana dalam rangka HUT ke-26 ini menyasar tiga nama besar dalam perjalanan DWP Kota Mataram: Hj. Erna Yolanda Djaswad, Hj. Baiq Ernawati Makmur Said, dan Hj. Baiq Herlina Effendi Eko Saswito.

Mereka—dalam masanya—pernah menggerakkan organisasi ini dengan semangat ibu rumah tangga yang tak kenal lelah. “Serta kemampuan manajerial yang tidak selalu tercatat di berita,” ungkapnya.

Begitu duduk bersama, suasana berubah seperti reuni keluarga. Cerita mengalir, bukan hanya tentang program organisasi, tetapi tentang masa ketika DWP masih merangkak.

Kegiatan sosial yang dikerjakan dengan dana terbatas, perjalanan panjang ke berbagai sudut kota, hingga upaya memperkuat kapasitas istri ASN di masa-masa sulit. “Banyak sekali pelajaran yang kami ambil dari para senior. Dedikasi mereka menjadi kekuatan kami hari ini,” ungkapnya dalam.

Di antara meja tamu yang dipenuhi kue, buah, dan bingkisan, para anggota DWP generasi baru mendengarkan dengan seksama. Di wajah mereka tampak sesuatu yang jarang muncul di rapat-rapat formal: rasa terhubung dengan sejarah.

Transportasi publik mungkin menggerakkan kota. Tetapi di tubuh organisasi perempuan seperti DWP, kenangan dan nilai-nilai itulah yang menggerakkan langkah.

Kunjungan hari itu menegaskan usia ke-26 bukan sekadar penanda bertambahnya tahun. Lebih dari itu, pengingat DWP dibangun dari tangan-tangan yang bekerja dalam diam, dari perempuan yang memberi lebih banyak daripada yang mereka ceritakan.

Lale menyampaikan harapan sederhana namun kuat. “Semoga nilai yang ditanam para senior menjadi penerang bagi kami dalam melanjutkan pengabdian,” ucapnya.

Di kediaman Hj. Erna Yolanda, percakapan bergeser dari nostalgia ke rasa bangga. “Melihat adik-adik melanjutkan perjuangan ini dengan semangat yang sama, rasanya sangat membahagiakan,” ucapnya.

Sementara itu, Hj. Baiq Ernawati bercerita dulu DWP sering menjadi ruang belajar bagi para perempuan: ruang untuk melatih kepemimpinan, berorganisasi, hingga mengasah kepedulian sosial.

“DWP ini menguatkan banyak perempuan. Jangan sampai nilai itu hilang,” ingatnya.

Dari senyum para pendahulu yang kembali merekah hingga dekapan hangat yang mengakhiri kunjungan, DWP Kota Mataram mencatatkan satu lagi babak kecil tentang perjalanan organisasi: tidak gegap gempita, tidak berisik tetapi mendalam dan berarti.

Hj. Baiq Herlina, giliran berpesan tentang kebersamaan yang disampaikan. Dari dulu sampai sekarang ia menekankan kunci organisasi ini tetap sama: saling mendukung.

“Itu yang membuat kita bertahan,” ujarnya pelan namun tegas. (*/r9)

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #dwp #hut #Ketua #anjangsana