Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Politeknik Dukcapil Perkuat Pencatatan Kematian, Mataram Tegaskan Komitmen Kota Percontohan Data Kependudukan

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 10 Desember 2025 | 11:08 WIB

 

Petugas kelurahan menyerahkan berkas adminduk yang sudah selesai kepada pemohon.
Petugas kelurahan menyerahkan berkas adminduk yang sudah selesai kepada pemohon.

LombokPost — Program Politeknik Dukcapil yang dilaksanakan di seluruh kelurahan se-Kota Mataram menunjukkan capaian positif, khususnya dalam penguatan pencatatan peristiwa penting penduduk. Salah satu hasil signifikan dari program ini adalah meningkatnya ketertiban pencatatan akta kematian yang berdampak langsung terhadap akurasi data kependudukan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Mataram Dr. H. Mansur, S.H. M.H., menyampaikan Politeknik Dukcapil menjadi sarana yang efektif untuk mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan literasi administrasi kependudukan di tingkat kelurahan. “Pencatatan akta kematian sering kali terabaikan, padahal dampaknya sangat besar terhadap validitas data kependudukan dan pelaksanaan berbagai program bantuan. Melalui Politeknik Dukcapil, kesadaran masyarakat mulai meningkat,” ujarnya, Selasa (9/12). 

Berdasarkan hasil rekapitulasi pelaksanaan Politeknik Dukcapil, tercatat sebanyak 25 berkas akta kematian masuk dari seluruh kelurahan. Dari jumlah tersebut, 23 berkas telah selesai diproses, sementara dua berkas masih menunggu kelengkapan persyaratan.

Capaian ini dinilai penting karena pencatatan kematian menjadi kunci dalam memastikan pemutakhiran data penduduk, menghindari data ganda, serta mencegah potensi kesalahan penyaluran bantuan sosial maupun layanan publik lainnya.

 Baca Juga: Begini Ketatnya Pengawasan Dapur MBG Mataram, Rektal Swab Sampai Loker Khusus!

Selain pencatatan kematian, Politeknik Dukcapil juga mencatat penyelesaian berbagai layanan administrasi kependudukan lainnya. Total terdapat 107 berkas layanan yang masuk selama program berlangsung, dengan 83 berkas di antaranya telah selesai diproses.

Rincian layanan tersebut meliputi 30 berkas Kartu Keluarga, 18 surat pindah, dan 12 akta kelahiran, sementara sisanya masih dalam proses karena menunggu kelengkapan dokumen dari pemohon.

Program ini sekaligus memperkuat posisi Kota Mataram sebagai salah satu daerah percontohan dalam pengelolaan data kependudukan yang akurat, mutakhir, dan berintegritas. Data hasil Politeknik Dukcapil ke depan akan menjadi basis penting dalam mendukung kebijakan perlindungan sosial, bantuan pemerintah, serta perencanaan pembangunan daerah.

Sejalan dengan itu, Kota Mataram juga termasuk daerah yang diusulkan oleh Kementerian Dalam Negeri dari 32 kabupaten/kota se-Indonesia sebagai pilot project percepatan transformasi digital bantuan sosial tahun 2026.

Pemerintah Kota Mataram menegaskan akan terus mendorong kolaborasi antara Dinas Dukcapil, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, agar tertib administrasi kependudukan tidak hanya menjadi program. “Tetapi benar-benar menjadi budaya bersama dalam mendukung pelayanan publik yang adil dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Dukcapil Mataram #politeknik #akta kematian #data kependudukan #layanan adminduk