LombokPost – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menegaskan sikap untuk tidak terburu-buru melakukan perampingan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Meski beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melakukan merger dinas, Pemkot Mataram memilih bertahan dengan struktur birokrasi yang ada demi menjaga stabilitas pelayanan publik.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri menekankan, perubahan organisasi harus didasarkan pada kebutuhan objektif, bukan sekadar mengikuti tren atau instansi di tingkat atas.
"SOTK ini prinsipnya adalah sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan. Kita tidak perlu latah mengikuti daerah lain jika organisasi kita saat ini masih berjalan lancar, efektif, dan efisien," ujar Alwan.
Baca Juga: Legislator Ancam Panggil BKD dan Pj Sekda NTB Buntut Lambannya Penerapan SOTK Baru
Meskipun draf kajian mengenai perubahan SOTK telah diselesaikan oleh tim teknis, Pemkot Mataram tidak ingin gegabah. Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Wali Kota Mataram selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
Menurut Alwan, Wali Kota sangat berhati-hati karena perubahan struktur yang dipaksakan berisiko tinggi mengganggu ritme pelayanan masyarakat. Saat ini, performa birokrasi di Mataram dinilai masih sangat produktif dengan nomenklatur yang berlaku.
Alasan Pemkot Mataram Pertahankan Struktur Organisasi:
* Efektivitas Pelayanan: Struktur saat ini dianggap sudah mapan dalam melayani kebutuhan warga kota secara cepat.
* Hasil Pansel Jabatan: Pemkot baru saja menuntaskan Panitia Seleksi (Pansel) untuk sembilan jabatan Kepala OPD yang lowong.
* Manajemen Karier ASN: Mempertimbangkan distribusi SDM dan masa purna tugas pejabat di tahun-tahun mendatang (2027-2028).
* Stabilitas Kerja: Menghindari kegaduhan birokrasi yang dapat menurunkan semangat kerja pegawai akibat perombakan besar.
Lalu Alwan Basri memastikan bahwa jika nantinya diperlukan perubahan struktur, prosesnya tidak akan dilakukan secara mendadak atau dalam waktu singkat. Pemkot lebih memilih melakukan penguatan kinerja di internal dinas yang sudah ada daripada merombak total wadahnya.
"Pak Wali memiliki banyak pertimbangan. Selama roda pemerintahan masih berjalan optimal dan target pelayanan tercapai, maka struktur saat ini masih sangat layak dipertahankan," pungkasnya.
Editor : Jelo Sangaji