Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketegangan Arktik Memanas: Denmark Kirim Kapal, Jet, dan Pasukan ke Greenland

Lalu Mohammad Zaenudin • Kamis, 15 Januari 2026 | 21:12 WIB
KAYA MINERAL: Kawasan Greenland, wilayah otonom Denmark, menarik minat para miliarder teknologi dunia untuk berinvestasi di sana. Bill Gates termasuk yang sudah melakukannya via KoBold Metals.
KAYA MINERAL: Kawasan Greenland, wilayah otonom Denmark, menarik minat para miliarder teknologi dunia untuk berinvestasi di sana. Bill Gates termasuk yang sudah melakukannya via KoBold Metals.


LombokPost - Pemerintah Denmark memastikan akan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Arktik, khususnya di sekitar Greenland, menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan melalui pengerahan pesawat, kapal perang, dan personel militer, serta peningkatan intensitas latihan bersama sekutu NATO.

Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, mengatakan peningkatan kehadiran militer itu telah disepakati melalui dialog intensif dengan pemerintah Greenland.

“Situasi keamanan di Arktik menunjukkan adanya peningkatan ketegangan. Karena itu, kami membutuhkan kehadiran militer yang lebih kuat di sekitar Greenland. Kami telah sepakat dengan pemerintah Greenland untuk meningkatkan kehadiran militer dan aktivitas latihan di Arktik dan kawasan Nordik, bekerja sama erat dengan sekutu NATO,” ujar Poulsen.

Ia menegaskan, mulai hari ini dan dalam periode mendatang akan terlihat peningkatan aktivitas militer di sekitar Greenland, termasuk kehadiran pesawat, kapal, dan prajurit, baik dari Denmark maupun negara-negara NATO lainnya.

Poulsen juga menekankan bahwa prinsip pertahanan Denmark tetap tidak berubah. “Perintah yang berlaku jelas, jika Kerajaan Denmark diserang, maka kerajaan harus dipertahankan,” katanya. Namun, ia menilai anggapan mengenai kemungkinan serangan Amerika Serikat terhadap Greenland bersifat sepenuhnya hipotetis.

Terkait partisipasi negara lain, Poulsen menyebut Denmark menghormati keputusan masing-masing negara untuk mengumumkan keterlibatannya secara mandiri. Ia mencontohkan pemerintah Swedia yang telah menyatakan secara terbuka keikutsertaannya dalam aktivitas latihan militer di kawasan tersebut.

Selain itu, sejumlah personel dari negara NATO lain dijadwalkan tiba bersama pesawat yang berangkat dari Denmark dengan membawa personel militer Denmark di dalamnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Rasmussen, mengungkapkan bahwa Denmark juga telah melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi Amerika Serikat untuk membahas keamanan Greenland dan Arktik.

“Kami datang untuk mencari jalan bersama dalam meningkatkan keamanan Arktik. Apa yang bisa dilakukan Denmark, Amerika Serikat, dan NATO secara lebih jauh,” ujar Rasmussen dalam keterangannya kepada pers.

Menurut Rasmussen, Denmark telah meningkatkan kontribusinya dengan mengalokasikan dana tambahan untuk kemampuan militer, termasuk kapal, drone, dan jet tempur. Ia menegaskan Denmark siap berbuat lebih jauh jika diperlukan.

Rasmussen juga mengingatkan bahwa Amerika Serikat telah memiliki akses militer yang luas di Greenland berdasarkan perjanjian pertahanan tahun 1951. “Jika Amerika Serikat memiliki permintaan tambahan untuk meningkatkan kehadirannya di Greenland, kami siap membahasnya secara konstruktif,” ujarnya.

Ia menegaskan, Greenland merupakan bagian dari Kerajaan Denmark dan telah menjadi anggota NATO sejak organisasi tersebut didirikan pada 1949. Denmark, kata Rasmussen, berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Amerika Serikat dan sekutu NATO lainnya demi menjamin keamanan jangka panjang Greenland di tengah dinamika geopolitik global.

Pertemuan antara Denmark dan Amerika Serikat tersebut disebut berlangsung secara terbuka dan konstruktif, dengan fokus utama pada upaya memastikan stabilitas dan keamanan jangka panjang di kawasan Arktik.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Arktik #Greenland #nato #denmark #Keamanan Militer