Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hujan dan Angin Landa Mataram, Pohon Bertumbangan, Rumah, Lapak, Gazebo Kena Timpa!

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 20 Januari 2026 | 17:30 WIB

 

Pohon beringin tumbang di Taman Bawaq Kokoq, Ampenan Tengah, Kota Mataram.
Pohon beringin tumbang di Taman Bawaq Kokoq, Ampenan Tengah, Kota Mataram.


LombokPost
 — Cuaca ekstrem yang melanda Kota Mataram sejak Selasa (20/1) dini hari memicu rentetan peristiwa pohon tumbang di sejumlah titik. Hingga siang hari, total sembilan pohon dilaporkan roboh di berbagai titik, dengan dampak terparah terjadi di kawasan Taman Bawak Kokok (Tabako), Lingkungan Sukaraja, Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan.

Di lokasi tersebut, sebuah pohon beringin karet berukuran raksasa yang tumbuh di bantaran Sungai Jangkuk tumbang sekitar pukul 03.00 Wita. Pohon itu menimpa dua unit rumah warga, merusak bagian atap, serta menghantam lima lapak pedagang dan satu unit gazebo di area taman.

Peristiwa itu nyaris tanpa suara keras. Salah satu warga terdampak Hj Rani, mengaku baru menyadari musibah tersebut saat hendak berangkat ke masjid. “Awalnya saya kira listrik mati karena jalan gelap. Pas lihat ke atas, ternyata pohon sudah roboh menimpa rumah, atap lantai dua rusak separuh,” ujarnya.

Meski kerusakan cukup serius, Hj Rani memilih pasrah. Ia berharap ada bantuan untuk perbaikan rumahnya. “Kalau ada bantuan, alhamdulillah. Kalau tidak, ya sabar,” katanya.

Menyusul laporan warga, tim gabungan dari BPBD Kota Mataram, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) langsung diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap mengingat ukuran pohon yang besar dan posisinya yang menimpa bangunan.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Ahmad Muzaki, mengatakan pemotongan pohon harus dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak memperparah kerusakan rumah warga.

“Pohon cukup besar dan menekan bangunan, jadi pemotongan tidak bisa dilakukan sekaligus,” jelasnya.

Muzaki mengungkapkan, pohon beringin karet tersebut sebenarnya sudah lama masuk perhatian. Akar serabut yang berada di bantaran sungai, ditambah kondisi tanah yang jenuh air akibat hujan berkepanjangan, membuat pohon sangat rentan tumbang.

“Usulan perampingan sudah pernah disampaikan. Tapi dengan hujan deras dan angin kencang, potensi roboh memang semakin besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, kejadian di Ampenan bukan kasus tunggal. Sejak Selasa dini hari, BPBD mencatat sedikitnya sembilan pohon tumbang di berbagai wilayah Kota Mataram akibat hujan lebat dan angin kencang. Tidak hanya pohon besar, pohon berukuran sedang pun dilaporkan ikut roboh.

BPBD kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di bawah pohon besar atau berada di kawasan rawan saat hujan dan angin kencang. Dengan cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut, risiko kejadian serupa dinilai masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Terkait kerusakan rumah warga dan lapak pedagang, BPBD memastikan akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk menentukan bentuk penanganan lanjutan. “Yang pasti warga tidak kami tinggalkan. Proses pendataan dan bantuan tetap berjalan,” tegasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #Rumah dan Lapak Rusak #BPBD #Pohon Tumbang #Cuaca Ekstrem