Bukan sembarang busana, karya yang dipamerkan merupakan Fashion Show Baju Zerowaste. Program ini merupakan implementasi nyata dari mata pelajaran Kokurikuler, hasil kolaborasi apik antara guru Seni Budaya dan Kewirausahaan.
Menariknya, proses kreatif busana ramah lingkungan ini bukanlah proyek instan. Seluruh baju didesain dan dikerjakan secara mandiri oleh masing-masing kelas dengan tema yang mereka tentukan sendiri. Proyek ambisius ini tercatat sudah mulai dipersiapkan sejak tahun 2025 lalu.
Menurut Kepala Sekolah SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah, MM., penggunaan bahan limbah (zerowaste) bertujuan antara lain untuk : Meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa, Mengasah jiwa kewirausahaan melalui pengolahan barang tidak bernilai menjadi karya seni tinggi dan Mendorong kolaborasi tim dalam memecahkan tantangan desain yang rumit.
Wacana Perubahan Menuju "Kamis Budaya"
Meski acara Sabtu Budaya telah menjadi ikon rutin sekolah, perubahan besar nampaknya akan segera terjadi. Kepala Sekolah SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah, MM., memberikan sinyal mengenai penyesuaian jadwal kegiatan sekolah.
Dalam keterangannya, beliau menyebutkan bahwa kedepannya agenda ini kemungkinan besar akan bergeser tajuk menjadi Kamis Budaya. Langkah ini diambil seiring dengan rencana sekolah untuk mengusulkan kebijakan lima hari sekolah atau full day school.
"Kedepan acara Sabtu Budaya akan diubah menjadi Kamis Budaya karena rencananya SMAN 9 Mataram akan mengusulkan 5 hari sekolah," ujar Nengah Istiqomah.
Langkah transisi ini diharapkan tetap menjaga semangat pelestarian budaya dan kreativitas siswa tanpa terbentur oleh perubahan jam operasional sekolah yang baru.
Editor : Siti Aeny Maryam