LombokPost - Mengawali langkah menuju bulan penuh ampunan, Keluarga Besar Pondok Pesantren Nahdlatul Abror NWDI Mataram menggelar tradisi tahunan Tarhib Ramadan 1447 H.
Dengan tema "Persiapkan Diri Secara Paripurna untuk Menjalankan Ibadah Ramadan yang Lebih Paripurna", acara ini menjadi momentum penguatan spiritual bagi seluruh santri dan pengurus.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan narasumber kondang, Prof. DR. H. Abdul Quddus, MA, seorang Guru Besar sekaligus cendekiawan Indonesia yang memberikan bekal tausiyah mengenai kesiapan mental dan fisik menyambut tamu agung, bulan Ramadan.
Rangkaian Acara: Dari Khataman hingga Santunan
Suasana syahdu menyelimuti kompleks pondok saat lantunan ayat suci menggema. Rangkaian acara dimulai dengan Pembukaan: Fatihah dan Selawat Nabi.
Khataman Al-Qur'an: Para santri bersama anak yatim menuntaskan bacaan 30 Juz sebagai bentuk keberkahan.
Dzikir & Doa: Tahlil dan zikir bersama untuk mendoakan para pendiri dan leluhur. Tausiyah: Pesan-pesan persiapan Ramadhan dari Prof. Abdul Quddus.
Ketua Yayasan, H. Irzani menekankan tradisi ini adalah warisan luhur dari Almagfurulah Maulana Syekh TGKHM. Zainuddin Abdul Madjid, Pahlawan Nasional sekaligus guru besar NWDI.
"Bertemu kembali dengan Ramadan adalah rezeki dan kenikmatan luar biasa. Tidak semua orang diberikan kesempatan yang sama. Mari kita maksimalkan amalan dengan sukacita," ujar alumnus UGM tersebut.
Transformasi Menakjubkan: Dari 1,5 Are Menjadi 12 Are
Irzani mengenang perjuangan pahit-manis para tokoh pendiri (seperti Almarhum TGH Jamaluddin Azhar dan kawan-kawan). Perjalanan 15 tahun Ponpes ini adalah potret kerja keras yang nyata.
Melihat kembali ke masa awal berdiri, lembaga ini telah menempuh perjalanan panjang yang penuh dengan dedikasi dan pertumbuhan yang signifikan di berbagai aspek.
Jika dulu aktivitas operasional dimulai di atas lahan terbatas seluas 1,5 are, kini di tahun 2026 kapasitas kita telah berkembang pesat. Melalui proses pelunasan di tahun 2021, total lahan yang dimiliki saat ini mencapai kurang lebih 12 are, memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi seluruh civitas.
Masa-masa awal perintisan ditandai dengan keterbatasan sarana, di mana kegiatan belajar mengajar masih menumpang di masjid atau hanya memiliki 1 lokal saja. Namun sekarang, infrastruktur telah memadai dengan ketersediaan 18 lokal kelas, 2 ruang kantor, serta 1 aula yang representatif untuk berbagai kegiatan.
Perubahan fisik bangunan terlihat sangat kontras. Dari kondisi gedung yang dulu seadanya bahkan belum diplester, kini telah bertransformasi menjadi gedung kokoh berlantai 3. Bangunan yang modern ini menjamin kenyamanan dan keamanan dalam setiap aktivitas pendidikan.
Dari sisi kualitas non-fisik, jika dulu lembaga masih berada dalam tahap perintisan untuk membangun nama, kini di tahun 2026 kita telah memanen hasilnya. Berbagai penghargaan telah diraih, termasuk menjadi juara dalam berbagai ajang di lingkungan Kemenag maupun tingkat Kota Mataram.
Prestasi gemilang di tingkat Kota Mataram ini tidak lepas dari tangan dingin Zakiyah (Kepala RA) dan Nurjannah (Kepala MI) yang dalam 5 tahun terakhir berhasil membawa santri menorehkan banyak prestasi.
Irzani mengajak seluruh dewan guru dan santri untuk meningkatkan kualitas interaksi sosial dan ibadah. Dengan semangat "Kompak, Utuh, Bersatu" serta prinsip "Yakin, Ikhlas, Istiqamah", momentum Ramadan tahun ini diharapkan mampu mengantarkan seluruh keluarga besar Ponpes meraih predikat La'allakum Tattaqun.
Editor : Redaksi Lombok Post