LombokPost - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram pada hari pertama kerja di bulan suci Ramadan.
Meski suasana kantor tampak lebih tenang dari biasanya, tingkat kehadiran ASN diklaim tetap terjaga di angka yang sangat tinggi.
“Tadi saya cek di lingkungan sekretariat, termasuk OPD yang ada di sini seperti Brida, Diskominfo, kemudian PTSP. Kalau laporan kehadiran, bisa dibilang mencapai 99 persen. Ada satu-dua yang mungkin kurang semangat, tapi yang tidak masuk tanpa keterangan itu tidak ada,” kata Alwan.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, Sekda menyisir sejumlah ruangan di Sekretariat Daerah (Setda) Kota Mataram.
Termasuk kantor-kantor OPD yang berada dalam satu kompleks perkantoran menunggu laporan dari masing-masing OPD.
Alwan memastikan, seluruh pegawai tetap menunaikan kewajibannya meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga: Sekda Mataram Ancam Potong TPP ASN yang Bolos di Bulan Puasa
Terkait kondisi beberapa lantai kantor yang terlihat lengang, Alwan menepis isu adanya aksi bolos massal.
Ia menjelaskan, dirinya telah memeriksa langsung hingga ke lantai dua dan tiga.
“Memang kelihatannya sepi, tapi pas saya cek di dalam ruangan, teman-teman semua ada di tempat. Bisa dicek langsung ke mejanya masing-masing,”tegasnya.
Fokus sidak kali ini tidak hanya menyasar administratif di Sekretariat, namun juga pada instansi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.
Alwan menekankan, instansi seperti Rumah Sakit (RSUD), Puskesmas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tetap menjadi prioritas utama.
“Kita ingin memastikan pelayanan yang langsung menentukan nasib masyarakat tidak terganggu. Seperti di Mal Pelayanan Publik (MPP), saya mau lihat di sana seperti apa progresnya di hari pertama puasa ini,” katanya.
Ia mengakui, pada awal Ramadan, volume masyarakat yang datang ke sentra pelayanan publik biasanya cenderung menurun.
Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak boleh menjadi pembenaran bagi ASN untuk mengendurkan kinerja.
Pihaknya akan mengevaluasi apakah sepinya kantor pelayanan disebabkan oleh kurangnya masyarakat yang datang atau justru kesiapan petugas yang menurun.
Sekda berharap kedisiplinan ini dapat dipertahankan hingga akhir Ramadan.
Ia mengingatkan kepada seluruh jajaran, bekerja adalah bagian dari ibadah, sehingga tidak ada alasan untuk menjadikan puasa sebagai beban yang menghambat produktivitas.
“Ini adalah kewajiban. Saya ingin membuktikan dan memberikan keyakinan kepada teman-teman, bahwa ibadah puasa bukan alasan kinerja menurun. Justru di awal Ramadan ini saya lihat semangatnya sangat bagus,” imbuhnya.
Untuk OPD yang berada di luar lingkar Sekretariat (OPD teknis), Alwan menyatakan akan melihat perkembangannya pada pekan depan.
Pihak Pemkot akan terus memantau daftar hadir dan aktivitas kerja harian melalui sistem yang ada.
“Minggu depan kita lihat lagi laporan dari OPD lain. Harapan kita, ritme ini tetap konsisten sampai akhir bulan nanti,” tandasnya.
Terpisah, Kepala BKPSDM Kota Mataram Taufiq Priyono mengatakan, data hasil rekap absensi di seluruh OPD sudah diterima pihaknya.
Pada hari pertama kehadiran pegawai mencapai 96 persen. Sisa yang tidak masuk lantaran mengambil cuti.
“Untuk semua OPD, kalau malas otomatis dipotong TPP nya” katanya.
Editor : Kimda Farida