Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dulu Ikon Wisata, Kini Dipenuhi Perahu dan Ratusan Karung Sampah

Lalu Mohammad Zaenudin • Minggu, 22 Februari 2026 | 17:14 WIB

Tulisan Pantai Tanjung Karang yang pernah ikonik di masanya.
Tulisan Pantai Tanjung Karang yang pernah ikonik di masanya.

LombokPost — Kondisi Pantai Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, kini dinilai semakin memprihatinkan. Bibir pantai yang dulunya luas dan menjadi ruang publik wisata kini dipenuhi parkir perahu nelayan serta tumpukan sampah, sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung.


Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Abd Rachman, mengatakan kondisi tersebut terungkap saat pihaknya bersama masyarakat melakukan aksi bersih pantai beberapa waktu lalu. “Pantai Tanjung Karang ini memang menghadapi dua persoalan utama, yaitu parkir perahu yang semakin banyak dan sampah yang menumpuk di pesisir. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).


Ia menjelaskan, abrasi pantai yang terjadi setiap tahun menyebabkan garis pantai terus menyempit, sehingga nelayan kesulitan menempatkan perahu di tepi pantai. Akibatnya, perahu-perahu semakin memenuhi area yang sebelumnya menjadi ruang publik bagi wisatawan.


“Karena abrasi, areal parkir perahu semakin sempit. Nelayan akhirnya menaikkan perahu ke daratan dan itu memakan ruang di bibir pantai,” katanya.


Selain persoalan perahu,  Rachman juga menyoroti tumpukan sampah yang terbawa aliran sungai dan bermuara di kawasan pantai. Kondisi tersebut membuat wajah pantai yang merupakan salah satu ikon pesisir Kota Mataram terlihat kumuh.


“Sampah dari hulu sungai itu menumpuk di hilir, termasuk di pantai. Ini fakta yang tidak bisa kita pungkiri,” ujarnya.


Menurutnya, meski aksi bersih pantai mampu memperbaiki kondisi sementara, persoalan tersebut akan kembali muncul jika tidak ada penataan permanen kawasan pesisir. "Ketika kita bersihkan, pantai terlihat bersih. Tapi tanpa solusi permanen, kondisi ini bisa kembali seperti semula,” tegasnya.


Senada, Anggota DPRD Kota Mataram Herman, menyebut kondisi kebersihan Pantai Tanjung Karang saat ini sangat memprihatinkan. Dalam kegiatan bersih pantai, pihaknya menemukan ratusan karung sampah di sepanjang pesisir.


“Kita lihat sendiri, sampah luar biasa menumpuk di pantai. Padahal ini ikon pariwisata Kota Mataram,” katanya.


Menurut Herman, keberadaan sampah dan parkir perahu yang tidak tertata membuat kawasan wisata tersebut kehilangan daya tariknya. “Pantai kita ini potensinya besar, tapi ironis kalau kondisinya kotor dan dipenuhi perahu di bibir pantai,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Lingkungan Tanjung Karang Bangsal, Munajam, mengatakan kondisi tersebut berbeda jauh dibanding masa lalu. Ia mengenang Pantai Tanjung Karang pada era 1980–1990-an sebagai satu-satunya pantai tujuan wisata warga Kota Mataram.


“Dulu hamparan pantainya luas dan bersih. Pengunjung bebas mandi dan berwisata. Sekarang banyak perahu parkir di bibir pantai, jadi ruang publiknya berkurang,” katanya.


Ia menyebut jumlah perahu yang parkir di kawasan tersebut kini mencapai puluhan hingga ratusan unit, dan tidak semuanya milik nelayan setempat. “Sekarang perahu yang parkir bisa lebih dari 60, bahkan ratusan. Banyak juga dari luar wilayah yang singgah dan parkir di sini,” ujarnya.


Menurut Munajam, keberadaan perahu-perahu tersebut membuat wisatawan tidak lagi leluasa menikmati pantai seperti dulu. "Pengunjung yang ingin mandi laut atau datang dengan keluarga jadi kurang nyaman karena pantai dipenuhi perahu,” katanya.


Ia berharap ada penataan kawasan pantai agar perahu nelayan tidak menumpuk di area wisata, sehingga Pantai Tanjung Karang dapat kembali nyaman dikunjungi. “Kami ingin pantai ini kembali seperti dulu, bersih dan luas untuk masyarakat,” pungkasnya. 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Pantai Tanjung Karang Mataram #Penataan pantai wisata #Sampah pesisir Mataram #DPRD Kota Mataram #Abrasi Sekarbela