Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Anak Jalanan Gelandang dan Pengemis Menjamur di Bulan Puasa

Sanchia Vaneka • Kamis, 26 Februari 2026 | 22:13 WIB

 

Seorang anak jalanan gelandang pengemis di jalanan Kota Mataram.
Seorang anak jalanan gelandang pengemis di jalanan Kota Mataram.
 

LombokPost - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram bergerak cepat memastikan kekhusyukan ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Sebagai langkah antisipasi menjamurnya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), Dinsos telah memetakan sepuluh lokasi strategis yang diidentifikasi sebagai titik kumpul potensial anak jalanan (anjal), gelandangan, dan pengemis (gepeng).

“Memang ini biasanya musimnya, pasti ada aja bertambah,” kata Pekerja Sosial Ahli Muda Bidang Rehabilitasi Dinsos Kota Mataram Lalu Muhammad Aulia Husnurrido. 

 Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika 2025, Pemkot Mataram Targetkan Kota Bersih dari Gepeng dan Anjal

Langkah proaktif ini membuahkan hasil di pekan pertama Ramadan. Tercatat, sebanyak 10 orang anjal dan gepeng berhasil diamankan petugas dari berbagai sudut kota.

Mereka tidak langsung dipulangkan, melainkan didata dan diberikan pembinaan awal guna memutus rantai aktivitas mereka di jalanan. 

Rido memaparkan pemetaan ini menyasar pusat-pusat ekonomi dan keramaian. Lokasi yang menjadi atensi khusus antara lain Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC), Mataram Mall, My Style, Ruby, Apollo, hingga Simpang Empat Tanak Aji.

“Titik-titik ini merupakan pusat aktivitas warga, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Keramaian inilah yang memicu mereka untuk mangkal,” kata Ridho. 

Baca Juga: Samsung Gandeng SUGA BTS Jadi Brand Ambassador Galaxy Buds4 Pro

Selain area belanja, jalur protokol dan kawasan terbuka juga tak luput dari pengawasan. Petugas memantau ketat depan Kantor PUPR NTB, Jalan Panjitilar, hingga kawasan eks Bandara Selaparang.

Fenomena di lapangan pun kian beragam; tidak hanya pengemis konvensional, namun juga menjamurnya manusia silver, badut jalanan, hingga kelompok anak punk. 

Menariknya, Dinsos mencatat adanya pola asal daerah dari para PMKS ini. Rido membeberkan bahwa para penjaja risoles di persimpangan jalan umumnya merupakan warga lokal dari wilayah Pejeruk, Kota Mataram.

Namun, untuk jenis aktivitas lain, mayoritas berasal dari luar kota.

“Badut jalanan itu kebanyakan dari Labuapi dan Lingsar Lombok Barat. Sementara manusia silver dan anak punk banyak yang datang dari luar NTB. Ada juga anak-anak yang berjualan nanas dan pisang, itu sebagian besar kiriman dari Kuripan,” jelasnya.

Baca Juga: Driandra, Siswa MAN 1 Mataram Raih Perunggu Olimpiade Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Guna menekan angka PMKS, Dinsos menyiagakan sedikitnya 42 personel yang diterjunkan dalam patroli rutin.

Fokus pengawasan ditingkatkan pada sore hingga malam hari, saat intensitas lalu lintas dan mobilitas masyarakat mencapai puncaknya.

Kendati demikian, Dinsos mengedepankan sisi humanis. Setiap individu yang terjaring tidak serta-merta dijatuhi sanksi berat.

Petugas lebih menekankan pada pendataan dan pembinaan persuasif. Jika ditemukan pelanggar di bawah umur, Dinsos akan segera berkoordinasi dengan pihak keluarga dan instansi perlindungan anak untuk penanganan jangka panjang.

“Kami ingin memastikan ruang publik di Mataram tetap nyaman bagi pengguna jalan dan warga yang beribadah. Penertiban ini akan terus berlanjut secara konsisten selama Ramadan,” tegasnya.

Baca Juga: IRT di Mataram Terjaring OTT, BBPOM Sita Ratusan Tablet Tramadol dan Alprazolam Ilegal 

Sebelumnya, Plt Kepala Dinsos Kota Mataram Lalu Samsul Adnan mengungkapkan, titik-titik berkumpulnya PMKS pasti akan bertambah, terutama di lokasi-lokasi penjualan takjil. 

 “Saya kira tetap sama titiknya, akan ada tambahan mungkin di spot-spot tempat beli takjil," katanya.

Menurutnya, aktivitas anjal dan gepeng musiman sudah mulai terlihat setiap hari, terutama pada sore hari, di pinggir jalan. Mereka mengharapkan pemberian atau sedekah dari para pengguna jalan. 

“Untuk itulah intensitas patroli satgas sosial akan kita tingkatkan,” tandasnya.  

Editor : Marthadi
#gelandangan #ramadan #Gepeng #Anjal #Dinsos Mataram #Mataram #Anak Jalanan