Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dishub Mataram Waspadai Kebocoran Retribusi Parkir Musiman Selama Ramadan

Sanchia Vaneka • Kamis, 5 Maret 2026 | 22:39 WIB

 

Ramai berburu takjil di Jalan Majapahit Mataram
Ramai berburu takjil di Jalan Majapahit Mataram
 

LombokPost - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram memberikan atensi khusus terhadap lonjakan volume kendaraan di sejumlah titik pusat takjil dan perbelanjaan selama bulan suci Ramadan 1447 H. Meski aktivitas kendaraan membeludak, Dishub mengaku dilematis untuk meningkatkan target setoran parkir bagi para juru parkir (jukir).

“Ini kan musiman. Ketetapan target itu tidak bisa diubah per bulan. Sudah berkali-kali saya sampaikan, kita tidak boleh menaikkan target hanya karena bulan Ramadan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin. 

Zulkarwin beralasan, kenaikan volume parkir saat ini bersifat musiman. Jika target setoran dipaksa naik selama Ramadan, pihaknya khawatir akan kesulitan saat kondisi kembali normal setelah Idul Fitri. Pola pergerakan kendaraan selama Ramadan memang mengalami perubahan signifikan dibandingkan hari biasa. Penumpukan kendaraan kini terkonsentrasi pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang berbuka puasa di pusat-pusat keramaian.

 Baca Juga: Dishub Mataram Bakal Ambil Alih Parkir CFD Udayana, DPRD Dorong Masuk PAD

“Besok setelah bulan Ramadan, siapa yang mau turunkan targetnya? Karena ini kan musiman, hanya meningkat di toko-toko tertentu seperti toko baju, sementara di tempat lain seperti ritel modern atau toko lainnya tetap biasa,” jelasnya.

Kondisi di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan waktu operasional. Berdasarkan laporan, pada pagi hingga siang hari, pendapatan jukir justru menurun drastis karena banyak warung makan dan sentra bisnis yang tutup. 

“Kalau pagi dan siang itu yang parkir hampir tidak ada, menurun dia. Parkir baru menumpuk mendekati berbuka kemudian di malam hari. Jadi distribusinya berubah,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat lonjakan kendaraan di sore hari, Zulkarwin menginstruksikan Koordinator Lapangan (Korlap) untuk memasifkan penggunaan QR Code atau QRIS. Menurutnya, instrumen digital adalah cara paling ampuh untuk memantau realisasi pendapatan secara real-time di tengah dinamika lapangan.

Baca Juga: Pelarian Berakhir, Buronan Kasus Penghinaan Mantan Calon Bupati Lobar Akhirnya Diciduk Jaksa

“Saya terus dorong Korlap agar QR Code itu dikalungkan jukir. Harus ditawarkan ke konsumen. Mau dia membeludak atau meningkat, kita bisa lihat uangnya masuk real ke rekening daerah melalui QRIS itu. Itulah instrumen kita untuk mengamankan potensi peningkatan parkir ini,” tegasnya.

Selain persoalan retribusi, Dishub juga memetakan sejumlah titik rawan kemacetan. Beberapa lokasi yang menjadi pantauan utama antara lain kawasan Jalan Majapahit, Jalan Panji Tilar, hingga area Ex Bandara Selaparang yang kini menjadi pusat pedagang takjil.

Khusus di Jalan Majapahit, titik parkir sudah terdaftar sehingga pengawasan lebih mudah dilakukan. Namun, untuk kawasan Ex Bandara, Dishub harus bekerja ekstra karena statusnya bukan titik parkir resmi yang terdaftar. 

“Kita minta anggota bantu Gatur Lalin (Pengaturan Lalu Lintas) di sana. Setiap hari ada satu regu yang turun, sekitar 20 personel,” tandasnya. 

 

Editor : Marthadi
#ramadan #war takjil #Takjil #Dishub Mataram #Parkir #Mataram