Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kontrak Diteken Rp 700 Miliar, Proyek Sanitasi Raksasa Siap Digarap

Sanchia Vaneka • Rabu, 1 April 2026 | 11:27 WIB
RENCANA PEMBANGUNAN: Seorang anak sedang berdiri di pinggir lahan rencana pembangunan SPALDT, beberapa waktu lalu.
RENCANA PEMBANGUNAN: Seorang anak sedang berdiri di pinggir lahan rencana pembangunan SPALDT, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost- Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram segera merealisasikan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPAL-DT) bernilai fantastis. Proyek strategis dengan nilai investasi lebih dari Rp 700 miliar tersebut kini memasuki tahapan baru setelah proses tender internasional rampung dan kontrak resmi ditandatangani.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning mengonfirmasi, seluruh tahapan administrasi telah tuntas. Saat ini, fokus beralih pada penguatan komunikasi di tingkat bawah agar pelaksanaan fisik berjalan mulus.

 

“Pemenang tender dari BUMN sudah ada, bahkan kontraknya sudah ditandatangani. Saat ini kami fokus pada sosialisasi di tingkat kelurahan dan lingkungan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan,” kata Lale, Selasa (31/3).

 

Proyek yang telah direncanakan sejak 2018 ini merupakan upaya masif peningkatan layanan sanitasi perkotaan. Cakupannya meliputi pembangunan jaringan perpipaan limbah skala kota, instalasi pengolahan air limbah (wastewater treatment plant/WWTP), hingga sambungan langsung ke rumah tangga.

 

Pada tahap awal, pengerjaan akan terkonsentrasi di dua wilayah, yakni Kecamatan Ampenan dan Sekarbela. Targetnya, sebanyak 13.500 sambungan rumah tangga akan terintegrasi dalam sistem ini sebelum nantinya diperluas secara bertahap ke kecamatan lain.

 

Pelaksanaan mega proyek ini menggunakan skema tahun jamak atau multi-years contract yang sudah berjalan sejak pertengahan Maret 2026. Dalam pembagian tugasnya, pemerintah pusat memegang kendali konstruksi, sementara pemkot berkontribusi menyediakan lahan seluas 3,5 hektare di kawasan Bagek Kembar serta dukungan operasional daerah.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri menegaskan, kesiapan penuh pemerintah daerah dalam mengawal proyek ini. Salah satu yang menjadi atensi adalah manajemen dampak sosial dan kelancaran arus lalu lintas selama pemasangan pipa di jalan protokol.

  

Langkah antisipatif berupa sosialisasi intensif terus dilakukan untuk meminimalisir gangguan terhadap aktivitas harian masyarakat. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi sanitasi lingkungan di Kota Mataram, sejalan dengan visi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

 

“Pemkot akan menyiapkan berbagai dukungan, termasuk pengaturan lalu lintas selama pemasangan jaringan pipa agar pelaksanaan tetap berjalan lancar,” terangnya. (chi/r9)

 

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #SPALDT Mataram #proyek besar