Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Program MBG Disetop, 4.500 Ibu Hamil dan Balita Terdampak

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 4 April 2026 | 22:57 WIB
Dua orang anak sedang berlari di depan salah satu dapur MBG di Lotim.
Dua orang anak sedang berlari di depan salah satu dapur MBG.

 

LombokPost – Penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mataram mulai menunjukkan dampak nyata. Ribuan kelompok rentan kini terdampak langsung akibat penutupan belasan dapur layanan.

 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram mencatat, sekitar 4.500 sasaran dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) terdampak kebijakan tersebut.

 

“Jika jumlah dapur yang ditutup 15 dapur, dan satu dapur melayani 300 sasaran 3B, maka ada sekitar 4.500 sasaran 3B yang terdampak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan, Kamis (2/4).

 

Penghentian ini merupakan bagian dari langkah evaluasi yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.

 

Menurut Emirald, keputusan tersebut bukan tanpa pertimbangan. Pemerintah memilih menahan distribusi sementara demi memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada masyarakat.

Baca Juga: Rangkuman Terkini Iran vs AS-Israel: Dua Negara Berpacu Cari Pilot hingga Hormuz Mulai Dibuka

“Kami lebih memilih keamanan daripada pemberiannya jika berisiko. Langkah yang diambil BGN pasti sudah memikirkan sisi dampak dan keberlanjutannya,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, kelompok penerima manfaat MBG merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus. Karena itu, aspek keamanan pangan menjadi prioritas utama dibanding keberlanjutan distribusi yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

 

Di sisi lain, penghentian sementara ini tetap menyisakan persoalan sosial. Ribuan penerima manfaat yang sebelumnya bergantung pada program tersebut kini harus menunggu hasil evaluasi tanpa kepastian waktu pemulihan layanan.

 

Dinkes pun meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik menyikapi situasi ini. Evaluasi yang dilakukan disebut sebagai langkah preventif untuk memperbaiki sistem ke depan.

 

“Evaluasi ini dilakukan agar ke depan Program MBG dapat berjalan dengan standar gizi dan keamanan yang lebih ketat,” jelasnya.

 

Baca Juga: Dikubur Dua Kali, Duka Warga Lebanon Tak Pernah Selesai


Ia memastikan, pemerintah tidak akan mengabaikan keberlanjutan program, melainkan justru ingin memastikan manfaatnya benar-benar aman dan tepat sasaran bagi masyarakat.

 

“Dengan demikian, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tanpa rasa khawatir,” tutupnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Gizi #rentan #MBG Mataram