Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lolos di Australia hingga PTN Ternama: Intip Strategi Nike Aina Jaga Rapor Sejak Kelas 10!

Sanchia Vaneka • Selasa, 14 April 2026 | 09:21 WIB
Nike Aina Anjani
Nike Aina Anjani

 

Nike Aina Anjani menyabet kesuksesan menembus berbagai perguruan tinggi ternama. Pencapaian ini buah dari strategi matang dan konsistensi menjaga nilai rapor sejak awal SMA. 
 
---

 
BAGI sebagian besar siswa kelas 12, masa-masa menjelang kelulusan adalah periode paling mendebarkan sekaligus penuh ketidakpastian. Namun, bagi Nike Aina Anjani, periode ini justru menjadi ajang panen atas kerja kerasnya selama tiga tahun terakhir. 

Siswi asal SMAN 5 Mataram ini tidak hanya sekadar lulus, ia justru dihadapkan pada kebimbangan manis. Memilih satu di antara sekian banyak universitas yang berebut meminangnya.
 
Tak tanggung-tanggung, daftar tersebut mencakup Telkom University di Bandung, President University di Jakarta, hingga Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB). Hebatnya lagi, hampir semua tawaran dari universitas swasta tersebut datang lengkap dengan paket beasiswa.
 
“Awalnya memang coba-coba karena universitas swasta biasanya buka lebih awal. Alhamdulillah, semuanya lolos beasiswa,” kata Nike, Senin (13/4). 
 
Namun, ambisi Nike tak berhenti di batas negara. Sejak lama, ia memendam impian untuk mencicipi atmosfer pendidikan internasional. 

Maka, ia memberanikan diri mendaftar di Monash University, Melbourne, Australia. Hasilnya? Ia dinyatakan diterima di jurusan Digital Business.

Kampus di Melbourne tersebut memang menjadi incaran utamanya karena reputasi sekolah bisnisnya yang mendunia. Peluang untuk bekerja paruh waktu working visa bagi mahasiswa internasional.
 
Banyak yang bertanya, apa rahasia Nike bisa menembus begitu banyak pintu kampus? Jawabannya bukan pada sistem kebut semalam, melainkan strategi jangka panjang.

Nike mengakui dirinya telah melakukan manajemen nilai sejak kelas 10. Ia sadar betul, jalur prestasi (SNBP) adalah jalur undangan yang sangat kompetitif.

Sehingga grafik nilainya tidak boleh menunjukkan tren menurun. “Nike memang sudah targetkan dari awal. Jadi nilai rapor dijaga betul, terus aktif ikut lomba-lomba. Meski nggak selalu menang, sertifikat kepesertaan itu sangat membantu memperkuat portofolio,” jelas siswi yang juga aktif di ekskul Cerdas Cermat ini.
 
Ketekunannya berbuah manis. Ia tercatat pernah dua kali mengikuti Olimpiade Ekonomi Nasional serta ajang FLS2N. 

Bahkan, ia sempat mendapatkan golden ticket dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta di jurusan Akuntansi berkat kemenangannya dalam sebuah kompetisi kampus. Menariknya, Nike mengurus semua administrasi pendaftarannya secara mandiri. 

Di saat calon mahasiswa lain menggunakan jasa agen pendidikan luar negeri dengan biaya mahal, Nike memilih menjadi detektif informasi bagi dirinya sendiri. 

Baca Juga: Konflik Lahan Gedung BGP NTB: Pemkot Mataram Tunggu Mediasi Kejagung, Siap Jika Gedung Dirobohkan


Ia rajin berselancar di Google dan mengikuti akun-akun info beasiswa di media sosial untuk memahami seluk-beluk Letter of Acceptance (LoA), sertifikasi bahasa Inggris, hingga pengumpulan prestasi akademik. Meski Monash University adalah impian besarnya, realitas jalur SNBP memberikan dinamika tersendiri.

Nike akhirnya dinyatakan lolos di Universitas Mataram (Unram) jurusan Manajemen Bisnis. Berdasarkan aturan sekolah, jalur undangan ini tidak boleh ditolak guna menjaga nama baik instansi dan peluang adik kelas di masa depan.
 
“Sekarang ambil di Unram dulu karena itu jalur undangan. Untuk Monash, statusnya masih bisa di-keep sampai ijazah SMA keluar, baru nanti Nike coba apply beasiswa lagi untuk lanjut ke sana,” tuturnya. 
 
Pilihan jurusan Nike pun tidak pernah melenceng dari minatnya di bidang ekonomi. Sejak sebelum masuk SMA, ia sudah memantapkan diri masuk jurusan IPS dengan satu visi besar yakni menjadi seorang pengusaha sukses.
 
Sisi lain dari Nike yang tak kalah mengagumkan adalah jiwa kewirausahaannya. Nike juga mengelola unit usaha keluarganya di Jalan Catur Warga.

Bukan sekadar membantu, ia terjun langsung mengurus aspek manajerial, mulai dari pengelolaan stok makanan viral dan frozen food, hingga belajar detail mengenai perpajakan. “Sambil membantu orang lain membuka lapangan pekerjaan juga,” ungkapnya.
 
Bagi Nike, bisnis bukan sekadar teori di bangku kuliah nanti, melainkan praktik yang sudah ia jalani sekarang. “Sembari menunggu perkuliahan dimulai, sekarang fokus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris,” pungkasnya. (*/r9)

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#siswa berprestasi Mataram #Strategi lolos SNBP