LombokPost - Kenaikan harga minyak goreng kemasan premium di Kota Mataram mulai dikeluhkan warga. Dalam tiga pekan terakhir, harga komoditas ini merangkak naik dengan fluktuasi mencapai Rp 3 ribu per liter.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida mengungkapkan, kenaikan harga terjadi merata di sejumlah pasar tradisional maupun ritel modern. “Kenaikan harganya bervariasi antara Rp 1.800 hingga Rp 3 ribu per liter, tergantung pada merek dagang masing-masing,” ungkap Sri Wahyunida, Jumat (19/4).
Menyikapi hal tersebut, Disdag bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor. Berdasarkan survei lapangan, ada beberapa indikasi awal yang memicu lonjakan harga tersebut.
Salah satunya kenaikan harga bahan baku plastik yang digunakan untuk kemasan premium. Selain faktor produksi, kendala pada sistem pendistribusian juga diduga menjadi rapor merah yang memicu ketidakstabilan harga.
Untuk memastikan hal itu, Disdag segera memanggil pihak distributor. “Kami segera berkoordinasi lebih lanjut dengan distributor, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat guna mencari solusi konkret atas kenaikan ini,” tegasnya.
Kondisi berbeda terlihat pada Minyakita. Minyak goreng subsidi program pemerintah tersebut kini terpantau kosong di gerai-gerai ritel modern.
Nida menjelaskan, saat ini prioritas pendistribusian Minyakita memang difokuskan langsung ke pasar tradisional untuk menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mulus.
“Kondisi saat ini di pasar tradisional pun stok Minyakita tergolong terbatas,” imbuhnya.
Untuk mengintervensi harga di tengah masyarakat, Disdag telah menjadwalkan pelaksanaan Pasar Rakyat atau pasar murah dalam waktu dekat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan minyak goreng premium dengan harga di bawah pasar.
Meski demikian, untuk Operasi Pasar Murah (OPM) khusus Minyakita dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter, pihak dinas belum bisa memberikan kepastian jadwal. “Kalau pasar rakyat untuk pangan tetap kami gelar. Tapi untuk OPM khusus Minyakita, kami harus pastikan dulu ketersediaan stoknya ada atau tidak sebelum dijadwalkan,” pungkasnya. (chi/r9)
Baca Juga: Penantian Panjang Bang Napi dan Ahmad: Akhirnya Bisa Bedah Rumah Setelah Diperjuangkan Rachman
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin