Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Anggaran BBM Ludes 3 Bulan Lagi, Mataram Terancam Dikepung Sampah Akibat Dexlite Mahal

Sanchia Vaneka • Kamis, 23 April 2026 | 10:12 WIB
MAKIN SULIT: Warga antre mengisi BBM Subsidi di tengah melambungnya harga bahan bakar nonsubsidi lainnya, Senin malam (20/4)
MAKIN SULIT: Warga antre mengisi BBM Subsidi di tengah melambungnya harga bahan bakar nonsubsidi lainnya, Senin malam (20/4)

 


LombokPost
- Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite untuk truk pengangkut sampah diprediksi menguras anggaran lebih cepat dari rencana semula.


Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengungkapkan, ketersediaan anggaran BBM diperkirakan hanya mampu menopang operasional pengangkutan sampah selama tiga bulan ke depan.
 
“Perkiraan kami dengan anggaran yang ada bisa bertahan tiga bulan dengan kenaikan ini,” ungkap Denny, Selasa (21/4).
 
Kekhawatiran bukan tanpa alasan. Harga Dexlite mengalami kenaikan signifikan, dari Rp 14.200 per liter melonjak menjadi Rp 23.600 per liter. 

“Selisih kenaikan mencapai Rp 9.400 per liter,” terangnya.
 
Kondisi ini diperberat pemangkasan alokasi dana operasional. Tahun ini, pemkot hanya menyiapkan anggaran BBM pengangkutan sampah sebesar Rp 8 miliar, turun dibandingkan tahun Rp 12 miliar.
 
“Pasti ini berdampak besar,” imbuhnya.
 
DLH tengah menyiapkan skema darurat untuk diajukan ke Badan Keuangan Daerah (BKD). Salah satu opsinya penyesuaian anggaran atau mencari alternatif bahan bakar lain.
 
“Misalnya Dexlite diganti dengan solar atau bagaimana. Nanti kita minta penyesuaian ke BKD,” ungkapnya.
 
Senada dengan itu, Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengakui kenaikan Dexlite menjadi pukulan berat bagi manajemen persampahan kota. Anggaran yang awalnya diproyeksikan durasi 10 bulan, kini terpangkas hanya cukup tiga bulan operasional.
 
Sebagai langkah cepat, pemkot tengah mempertimbangkan opsi pergeseran anggaran antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Nanti kita lihat pergeseran antar OPD dulu untuk BBM. Karena dia satu kode rekening, nanti kita lihat efisiensi dari penggunaan Pertamax atau Pertalite, lalu kita geser ke Dexlite,” jelasnya.

Baca Juga: Disiplin Retribusi Sektor Wisata Mataram Mulai Ditegakkan
 
Terkait wacana migrasi dari Dexlite ke Solar subsidi yang harganya jauh lebih murah sekitar Rp 6.800 per liter, Alwan menegaskan pihaknya tidak ingin gegabah. Hal tersebut harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pemerintah pusat.
 
“Karena itu kan solar subsidi, bisa apa tidak digunakan (oleh armada sampah). Kita tunggu seperti apa arahan pusat,” tandasnya. (chi/r9)

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #harga BBM melonjak #Dinas LH Mataram #oprasional sampah