Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hadirkan Memori Emosional di Friday Relax, Teras Udayana Harus Jadi Ruang Tumbuh Warga Mataram

Nurul Hidayati • Minggu, 26 April 2026 | 19:51 WIB
Launching pembukaan gelaran Friday Relax di Teras Udayana, Jumat (24/4).  (NURUL/LOMBOK POST)
Launching pembukaan gelaran Friday Relax di Teras Udayana, Jumat (24/4). (NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost – Suasana hangat dan emosional menyelimuti pembukaan gelaran Friday Relax di Teras Udayana, Jumat (24/4). Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, tak kuasa menyembunyikan rasa senangnya saat mendengar Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin membawakan lagu favorit almarhum ayahnya.

Momen personal ini menjadi pembuka apresiasi Wali Kota terhadap inisiatif yang menghidupkan ruang publik tersebut. 

​Dalam sambutannya, orang nomor satu di Mataram ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta khususnya Bank NTB Syariah adalah kunci utama dalam mengaktivasi ruang terbuka hijau agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 

Baca Juga: Mahakarya Teras Udayana, Ide yang Harus Ditiru setiap Pemimpin,

​Bukan Sekadar Fisik, Tapi Tumbuh Bersama

​Wali Kota Mohan menekankan bahwa pertumbuhan sebuah kota tidak boleh hanya dilihat dari megahnya infrastruktur fisik saja. Menurutnya, jiwa sebuah kota terletak pada bagaimana masyarakatnya ikut tumbuh, berinteraksi, dan berkreasi.

​"Kota ini harus tumbuh secara fisik dan juga secara masyarakatnya. Kita ingin setiap sudut kota berkembang, dan masyarakat bisa merasakannya. Tempat seperti Teras Udayana ini menjadi penting agar warga bisa bersilaturahmi, rekreasi bersama keluarga, tanpa harus jauh-jauh keluar kota," ungkap Mohan Roliskana, pekan lalu.

Baca Juga: Kampoeng Kuliner Ramadan di Teras Udayana: Sensasi Berbelanja dengan Uang Mainan (1)

​Menyikapi Tekanan Fiskal dengan Kreativitas

​Di tengah tantangan efisiensi dan tekanan fiskal yang dialami pemerintah daerah, Wali Kota memuji langkah cerdik Dinas Pariwisata.

Yang mampu menggandeng mitra strategis untuk tetap menghadirkan hiburan berkualitas bagi warga.

Baca Juga: Kampoeng Kuliner Ramadan di Teras Udayana: Sensasi Berbelanja dengan Uang Mainan (2-Habis)

"Kita mengalami efisiensi dan tekanan fiskal yang luar biasa, tetapi kegiatan kemasyarakatan, ruang ekspresi anak muda, dan hiburan rakyat tidak boleh berhenti. Pak Kadis Pariwisata telah membangun komunikasi yang baik dengan Bank NTB Syariah sehingga gagasan Friday Relax ini bisa lahir," tambahnya.

​Harapan Menjadi Agenda Mingguan

​Melihat potensi besar dari acara ini untuk menggerakkan roda UMKM dan kreativitas lokal, Wali Kota berharap frekuensi kegiatan ini bisa ditingkatkan. Ia menantang pihak penyelenggara untuk mempertimbangkan jadwal mingguan di masa depan.
​"Tadi Pak Dirut bilang dua minggu sekali, mudah-mudahan ke depan bisa seminggu sekali. Saya juga minta sosialisasinya diperkuat agar masyarakat tahu agenda rutin ini, siapa yang mengisi acara, sehingga menjadi destinasi yang dinanti-nantikan," pungkas Wali Kota.

Dalama kesempatan ini Bank NTB Syariah resmi mendeklarasikan diri telah kembali ke lintasan digital yang lebih kuat. Setelah melewati masa sulit transaksi digital pada tahun 2025 yang sempat melumpuhkan layanan mobile banking, bank kebanggaan masyarakat NTB ini kini hadir dengan inovasi baru bernama Rimo (Rinjani Mobile).
​Momen kebangkitan ini dirayakan secara santai dalam gelaran Friday Relax di Teras Udayana, sebuah acara kolaborasi antara Pemerintah Kota Mataram dan Bank NTB Syariah yang dirancang sebagai ruang pelepas penat warga di akhir pekan.

​Belajar dari Masa Sulit 2025

​Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, secara terbuka mengenang tahun 2025 sebagai masa paling menyakitkan bagi institusi yang dipimpinnya. Kala itu, penutupan akses m-banking oleh otoritas membuat layanan bank terasa kembali ke era 70-an.
​"Nasabah sempat meninggalkan kami karena keterbatasan transaksi. Namun, tepat 10 hari sebelum Lebaran kemarin, perjuangan kami membuahkan hasil. Izin dari Bank Indonesia telah kembali, dan hari ini kami menyatakan: We are back!" tegas Nazaruddin di hadapan Wali Kota Mataram dan warga yang hadir.

​Rimo: Penyatuan Dua Ikon Gunung NTB

​Nama aplikasi baru, Rimo, memiliki filosofi yang mendalam. Nama ini merupakan akronim dari Rinjani Mobile, yang dipadukan dengan produk tabungan eksis milik mereka, Tambora.
​"Kami menggabungkan dua gunung besar di NTB, Rinjani dan Tambora, ke dalam satu ekosistem digital. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan layanan yang lebih kokoh dan bermakna bagi masyarakat," tambahnya.

​Stimulus untuk UMKM dan Nasabah

​Dalam acara Friday Relax tersebut, Bank NTB Syariah juga melakukan aksi nyata untuk menggairahkan ekonomi lokal. Nasabah yang mengaktifkan kembali layanan m-banking Rimo di lokasi acara langsung mendapatkan voucher yang bisa ditukarkan di seluruh tenant UMKM yang tersedia.
​Nazaruddin melaporkan kepada Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, bahwa acara ini akan digelar rutin dua minggu sekali selama dua bulan pertama sebagai masa perkenalan, sebelum nantinya menjadi agenda tetap bulanan sepanjang tahun.

​Ruang Santai Warga Kota
​Terinspirasi dari konsep Friday Jazz Night di Jakarta era 90-an, Nazaruddin ingin menghadirkan suasana serupa di Mataram namun dengan genre yang lebih luas agar bisa dinikmati seluruh lapisan warga.
​"Kami ingin Friday Relax menjadi tempat warga Mataram melepas hectic pekerjaan selama lima hari. Datang, rileks, dan dukung UMKM lokal. Ini adalah cara kami mewujudkan nilai bank yang berkah dan bermakna," pungkasnya.
​Acara ditutup dengan sesi foto bersama di atas panggung Teras Udayana, menandai dimulainya babak baru aktivasi ruang publik di jantung Kota Mataram yang lebih inklusif dan produktif.

Editor : Redaksi
#Kota Mataram #Rinjani Mobile #Teras Udayana #Bank NTB Syariah #Dinas Parawisata