Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kualitas Jadi Harga Mati! Alasan Dewan Dukung Konsultan Rp4,9 M Kawal Kantor Wali Kota Baru

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:39 WIB
PENGAWASAN PROFESIONAL: Tampak lobby Bale Mentaram, beberapa waktu lalu.
PENGAWASAN PROFESIONAL: Tampak lobby Bale Mentaram, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost - DPRD Kota Mataram mendukung langkah Pemerintah Kota Mataram menggandeng konsultan Manajemen Konstruksi (MK) untuk mendampingi pembangunan Bale Mentaram atau kantor Wali Kota Mataram yang baru di kawasan Jempong.

 

Pendampingan tenaga ahli tersebut dinilai penting mengingat Bale Mentaram merupakan proyek strategis multiyears dengan nilai pembangunan mencapai sekitar Rp180 miliar.

 

Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Zihani Ilman Fayadi, mengatakan proyek Bale Mentaram membutuhkan pengawasan profesional agar kualitas pembangunan benar-benar terjaga sejak awal.

 

“Ini proyek prestisius dan akan menjadi ikon baru Kota Mataram. Karena itu pengawasannya memang harus dilakukan secara profesional,” ujarnya, Jumat (8/5).

 

Politisi Partai Golkar dari daerah pemilihan Sekarbela tersebut menilai penggunaan jasa konsultan MK merupakan langkah tepat karena proyek multiyears memiliki tingkat kompleksitas tinggi.

 

Baca Juga: Sesuai Arahan Presiden Prabowo! Mataram Mulai "Percantik Diri" Lewat Gerakan Indonesia ASRI

 

Menurutnya, pengawasan tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan fisik bangunan, tetapi juga administrasi proyek, pengendalian biaya, hingga ketepatan waktu pelaksanaan.

 

“Proyek sebesar ini memang membutuhkan pendampingan tenaga ahli. Jadi kualitas bangunan yang dihasilkan nanti benar-benar sesuai harapan,” katanya.

 

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, anggaran jasa Manajemen Konstruksi awalnya dipagu sekitar Rp5,8 miliar. Namun setelah proses tender, nilai kontraknya disepakati sebesar Rp4,9 miliar.

 

Fayadi menilai nilai tersebut masih proporsional dibanding total nilai pembangunan fisik Bale Mentaram yang mencapai sekitar Rp180 miliar selama tiga tahun anggaran.



Baca Juga: Kemanusiaan Jadi Nomor Satu, Begini Cara Dinsos Mataram "Gercep" Selamatkan PPKS Telantar

“Kalau pengawasannya baik sejak awal, hasil bangunannya juga akan lebih terjamin,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, keberadaan konsultan MK juga menjadi bagian penting dalam mitigasi risiko agar proyek strategis tersebut tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

 

Menurutnya, pengawasan profesional akan membantu memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi, tepat mutu, dan tepat waktu.

 

“Intinya bagaimana pembangunan ini berjalan baik, tepat mutu, tepat waktu, dan benar-benar bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kota Mataram,” katanya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #polemik manajemen konstruksi #Bale Mentaram